Berkata Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu kepada istrinya, Ummud Darda’:

إذا غضبت فَـرَضيِّني، وإذا غضبت رضيتك، فإذا لم نكن هكذا ما أسرع ما نفترق

“Bila aku sedang marah maka buatlah aku senang! Dan bila engkau marah; maka aku akan buat hatimu senang. Jika kita tidak melakukan ini; niscaya akan begitu cepat kita berpisah.” (Raudhah Al ‘Uqala, hlm. 72)

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (17:18) 04 Jumadil Awal 1440 / 10 Januari 2019

Al Allamah Zaid Al Madkhali rahimahullah berkata:

وجوب غض البصر عند الوقوف للاستئذان فلا يجوز أن يحاول المستأذن النظر إلى داخل الدار أو البيت من فتحة الباب، فهذا فعل قبيح

“Wajib menundukkan pandangan ketika berdiri mengetuk rumah orang. Sehingga tidak boleh melihat ke dalam rumah melalui celah pintu [ atau melalui kaca rumah, pent ]. Perbuatan seperti ini tercela!.” (Al Afnan An-Nadiyah, VI/186)

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (10:33) 04 Jumadil Awal 1440 / 10 Januari 2019

Berkata Ahmad bin Nashr Ad-Dawudi rahimahullah:

الفقر والغنى محنتان من الله يختبر بهما عباده في الشكر والصبر

“Hidup susah maupun hidup nyaman keduanya merupakan ujian dari Allah kepada para hamba-Nya untuk mengukur bagaimana kesyukuran dan kesabaran mereka.” (Fathul Bari, XI/274)

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (13:16) 04 Jumadil Awal 1440 / 10 Januari 2019