Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah berkata,

ليس في القيام للصلاة وقت الإقامة وقت محدد في الشرع المطهر، بل يجوز للمأموم أن يقوم إلى الصلاة في أول الإقامة، أو في أثنائها، أو في آخرها، الأمر واسع في ذلك

“Dalam syari’at yang suci ini tidak ada waktu tertentu untuk berdiri shalat ketika qamat. Bahkan boleh bagi ma’mum untuk berdiri di awal qamat, di tengahnya, atau di akhirnya. Perkaranya luas.” (Majmu’ Fatawa, X/367)

— Danau Aco @ Melapeh [ Kubar ]
— Hari Ahadi, (08:42) 24 Rajab 1440 / 31 Maret 2019

Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah menyatakan,

المرأة يشرع لها أن تجهر بالقراءة في الركعتين الأوليين من المغرب والعشاء، وكذلك الفجر كالرجل

“Disyari’atkan bagi wanita untuk mengeraskan bacaannya pada dua raka’at pertama shalat maghrib dan ‘isya serta shalat subuh sebagaimana kaum laki-laki.” (Majmu’ Fatawa, X/357 dengan perantara Al-Ikhtiyaraat, hlm. 55)

Lain perkaranya jika dia singgah di masjid umum, misalnya, yang berpotensi suaranya terdengar oleh laki-laki ajnabi (yang bukan mahramnya); di kondisi seperti ini maka dia membaca dengan lirih.

— Danau Aco @ Melapeh [ Kubar ]
— Hari Ahadi, (08:38) 24 Rajab 1440 / 31 Maret 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah berkata,

الأفضل أن يتولى الإقامة من تولى الأذان، كما كان الحال هكذا على عهد النبي صلى الله عليه وسلم

“Tidak masalah bila seseorang azan sedangkan yang qamat orang lain. Tapi yang utama orang yang qamat ialah yang juga mengumandangkan azan. Sebagaimana yang ada pada zaman Nabi Muhammad ﷺ.” (Majmu’ Fatawa, X/340)

— Danau Aco @ Melapeh [ Kubar ]
— Hari Ahadi, (08:33) 24 Rajab 1440 / 31 Maret 2019

Asy-Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullah menasihatkan,

فإذا أردت شيئا فعلا أو تركا انظر هل يهمك أو لا؟! إن كان لا يهمك اتركه ولا تتعرض له واسترح منه، وأرح قلبك وفكرك وعقلك وبدنك، وإن كان يهمك فاشتغل به بحسبه

“Jika kamu ingin melakukan atau meninggalkan sesuatu maka pikirkanlah lebih dulu apakah ada kepentingannya bagimu atau tidak? Jika tidak ada gunanya bagimu maka tinggalkan saja dan jangan dimasuki! Istirahatlah darinya. Biarkan hati, pikiran, dan perasaanmu rehat. Namun bila penting untukmu maka sibukkan dirimu mengurusnya sesuai kebutuhan.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/511)

— Masjid Nurul Mu’min @ Resak [ Kubar ]
— Hari Ahadi, (18:54) 23 Rajab 1440 / 29 Maret 2019

Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan,

فليس الشأن في الأنسان أن يتزوج فقط! ولكن الشأن في من يتزوج! هذا هو المطلوب؛ أن يختار المرأة الصالحة في دينها.

“Bukan yang terpenting bagi seseorang adalah menikah. Tapi yang terpenting ialah dengan siapakah dia menikah. Ini yang jadi inti! Seorang laki-laki mencari perempuan yang baik agamanya.” (Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Ga6LreSkaWM)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (06:34) 22 Rajab 1440 / 29 Maret 2019

Asy-Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فإن مما يزيد في حسن إسلام المرء أن يدع ما لا يعنيه ولا يهمه لا في دينه ولا في دنياه

“Sesungguhnya termasuk perkara yang kian memperbagus keislaman seseorang ialah dengan dia meninggalkan perkara yang tidak perlu dan tidak bermanfaat untuk agama atau dunianya.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/510)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (07:33) 22 Rajab 1440 / 29 Maret 2019

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan,

لا تتدخل في شؤون الناس إذا كان هذا لا يهمك

“Jangan kamu ikut campur dalam urusan orang lain bila itu tidak memiliki kaitan dengan dirimu.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/510)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (07:37) 22 Rajab 1440 / 29 Maret 2019

Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menerangkan,

ومن له رائحة في إبطيه أو غيرهما يؤذي جليسه فإنه يكره له أن يصلي مع الجماعة

“Seorang yang padanya terdapat aroma tidak sedap di ketiaknya atau pada bagian tubuhnya yang lain hingga sampai mengganggu orang di dekatnya; hukumnya makruh dia ikut shalat berjamaah.” (Majmu’ Fatawa, XII/84)

Jadi sebaiknya disisihkan sedikit waktu sebelum tiba waktu shalat untuk mandi guna menghilangkan bau badan; bila memang benar-benar tidak memungkinkan untuk mandi maka sebaiknya dia tidak bergabung shalat berjamaah. Sebab hukumnya sebagaimana diterangkan beliau di atas, makruh.

— Masjid Al-Ma’ruf @ Kota Tepian
— Hari Ahadi, (19:55) 20 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata,

يجوز لها الطيب إذا كان خروجها إلى مجمع نسائي لا تمر في الطريق على الرجال، أما خروجها بالطيب إلى الأسواق التي فيها الرجال فلا يجوز

“Boleh bagi seorang wanita untuk menggunakan parfum bila dia menuju kumpulan para wanita dan tidak melewati para lelaki di jalan [ seperti naik mobil, pent ]. Sedangkan bila dia menggunakan parfum menuju ke pasar yang di sana banyak laki-laki maka tidak boleh.” (Majmu’ Fatawa, X/40)

— Satu Sudut @ Kota Tepian
— Hari Ahadi, (16:57) 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah menjelaskan,

ترك صلاة الجماعة خوفًا من النظر إلى النساء عذر باطل، الواجب عليهم أن يصلوا مع المسلمين ويحافظوا على ما أوجب الله عليهم من الصلاة وغض البصر والصلاة في جماعة بالمساجد فريضة

“Tidak shalat berjamaah dengan alasan takut melihat perempuan merupakan alasan batil. Dia tetap wajib untuk shalat bersama kaum muslimin lainnya sekaligus tetap menjalankan kewajiban lain yang Allah haruskan, termasuk di antaranya shalat, menundukkan pandangan, serta shalat wajib berjamaah di masjid.” (Majmu’ Fatawa,
XII/74 melalui Al-Ikhtiyaraat Al-Fiqhiyyah, hlm. 109)

— Satu Sudut @ Kota Tepian
— Hari Ahadi, (18:53) 20 Rajab 1440 / 26 Maret 2019