BATASAN AKHIR SEORANG MUSAFIR YANG PULANG BOLEH MELAKUKAN QASHAR SHALAT

Asy-Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

إذا رجع المسافر من سفره فله أن يقصر الصلاة حتى يدخل إلى البلد، حتى لو لم يبق بينه وبين بلده إلا عشرة أمتار، فإنه يقصر الصلاة، كما أنه إذا خرج من البلد، ولو خرج عشرة أمتار فإنه يقصر الصلاة

“Apabila seorang musafir dalam perjalanan pulangnya; maka ia boleh men-qashar shalat hingga dia sampai ke daerahnya. Meskipun jarak dia dengan daerahnya itu hanya menyisakan sepuluh meter! Dia boleh men-qashar shalatnya.

Sebagaimana saat ia berangkat melakukan perjalanan; meskipun dia baru meninggalkan wilayahnya sejauh sepuluh meter, maka ia telah boleh men-qashar shalat.” (Liqa-at Al Baab Al Maftuh, I/200)

Dan yang dimaksud dengan ‘daerahnya’ dalam fatwa beliau di atas; tergantung pada tempat dan kota masing-masing.

Dan tiap penduduk jelas mengetahui; mana yang masih masuk dalam bagian kota tempat dia tinggal dan mana yang sudah masuk daerah lain. Semoga manfaat.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (20:29) 18 Rabi’ul Akhir 1440 / 24 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *