HUKUM MENGANGKAT TANGAN SAAT DOA DI KHUTBAH JUM’AT DAN MENGAMINKANNYA

Kesimpulan dari fatwa Al Allamah Ibnu Baaz rahimahullah, tidak disyari’atkan mengangkat tangan saat doa di khutbah Jum’at kecuali jika itu doa minta hujan. Sedangkan mengaminkan, maka boleh dilakukan namun tanpa mengeraskan suara.

Berikut ini pernyataan dari Al Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah:

لا يشرع رفع اليدين في خطبة الجمعة لا للإمام ولا للمأمومين، لأن الرسول الله لم يفعل ذلك ولا خلفاؤه الراشدون، لكن لو استسقى في خطبة الجمعة شرع له وللمأمومين رفع اليدين،

لأن النبي ﷺ لما استسقى في خطبة الجمعة رفع يديه ورفع الناس أيديهم، وقد قال الله سبحانه : { لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

أما التأمين من المأمومين على دعاء الإمام في الخطبة فلا أعلم به بأساً بدون رفع صوت، وبالله التوفيق

“Tidak disyari’atkan bagi imam dan ma’mum untuk mengangkat tangan saat berdoa di khutbah Jum’at. Karena Rasulullah ﷺ dan Khulafa’ur Rasyidin tidak melakukannya.

Kecuali jika doa di khutbah itu dalam rangka istisqa’ (minta hujan). Di kondisi ini disyari’atkan bagi imam dan ma’mum untuk mengangkat tangan. Karena Nabi Muhammad ﷺ mengangkat tangan saat beliau istisqa’ di khutbah Jum’at dan diikuti oleh para sahabat (mengangkat tangan).

Allah ta’ala berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” QS. Al Ahzab : 21

Sedangkan hukum ma’mum mengaminkan doa imam saat khutbah; maka tidak masalah namun tanpa mengeraskan suara. Hanya pada Allah kita mohon petunjuk.” (Dinukil melalui Mausu’ah Al Ahkam Asy-Syar’iyyah, I/336)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (10:33) 03 Jumadil Akhir 1440 / 08 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *