JAGALAH PERGAULAN BILA INGIN ISTIQAMAH

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah berkata:

يبقى الصالحُ صالحاً حتى يُصَاحِبَ فاسدا فإذا صَاحَبَهُ
فَسَدَ. مِثل مياه الأنهار تكونَ حلوة عَذَبة حتى تخالط ماء البحر فإذا خالطته ملحت وَامترَت وفسَدَت

“Orang shalih (baik) akan tetap shalih selama dia tidak bersahabat dengan orang yang rusak. Jika dia sudah akrab dengan orang rusak niscaya ia akan jadi rusak.

Persis seperti air sungai yang tawar lagi segar [ yang akan terus baik ] hingga ia bercampur dengan air laut. Jika air tawar sudah bercampur dengan air laut; niscaya ia akan menjadi asin, pahit, dan rusak [ rasa tawarnya ].” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 9)

Sebagian beralasan, saya berteman dengan dia supaya bisa membimbing mereka ke jalan kebaikan.

Simaklah kembali nasihat dari Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman berikut ini:

واحذر أن تغتر بقول المغفلين نُخَالِطُهُمْ لنَجْذبَهُم إلى الاستقامة. وهذا غلط… والصحيح هو الذي يتضرر بمخالطة المريض. وأما المريض فلا يبرأ بمخالطة الصحيح

“Jangan sampai kamu tertipu dengan pernyataan sebagian orang bodoh yang mengatakan, ‘Kami bergaul dengan orang yang jelek [ agama dan akhlaknya ] agar bisa menuntun mereka pada kebaikan.’ Ini hal yang keliru!..

[ Di mana-mana ] Orang sehat yang akan terkena dampak jelek saat bergaul dengan orang sakit. Sedang orang sakit sendiri tidak akan bisa sembuh dengan bergaul bersama orang-orang sehat.” (Idem, hlm. 9)

Bukan artinya kita menutup pintu nasihat untuk mereka. Tapi pernyataan beliau ini lebih terarah kepada orang yang bergaul secara intens (sering) kepada pihak-pihak di atas. Karena semua kita tahu, mana yang sebatas teman dengan mana yang berteman akrab.

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (08:35) 28 Jumadil Awal 1440 / 03 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *