MENGHIBUR HATI SAAT MUSIBAH DENGAN MENGINGAT PAHALA BESAR DI BALIKNYA

Kita memang belum melihat pahala apa yang Allah persiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang mendapatkan musibah lalu menyikapinya dengan kesabaran.

Selanjutnya

Namun Nabi Muhammad ﷺ memberikan sedikit gambaran tentang betapa besarnya pahala untuk mereka.

Saking besarnya pahala mereka, orang-orang yang sehat dan aman dari ujian di dunia ini berangan-angan agar dapat ujian yang sangat pedih supaya juga dapat pahala besar tersebut. Berikut ini riwayatnya.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

يَوَدُّ أهلُ العافيةِ يومَ القيامةِ – حين يُعْطَى أهلُ البلاءِ الثوابَ – لو أن جُلُودَهم كانت قُرِضَتْ في الدنيا بالمَقارِيضِ.

“Pada hari kiamat nanti -ketika orang-orang yang kena musibah diberi pahala-; mereka yang aman dari musibah sangat ingin andaikata di dunia dulu kulit mereka dipotong-potong dengan gunting.” -HASAN LI GHAIRIH- (Takhrij Al Misykah, 1514) HR. At-Tirmidzi (2402), Ath-Thabrani (Ash-Shagir, 241)

Karena kaum shalih terdahulu memahami benar hakikat ini, mereka pun justru suka terhadap musibah yang mengenai mereka. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

وقد كان السلف يفرحون بالمصائب نظرًا إلى ثوابها قال أبو الدرداء رضي الله عنه : ثلاث يكرههن الناس وأحبّهن الفقر والمرض والموت.

“Kaum salaf dahulu, mereka gembira terhadap musibah karena melihat pada pahala di baliknya. Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu menyatakan, ‘Tiga perkara yang dibenci oleh orang-orang namun aku menyukainya; kemiskinan, sakit, dan kematian’.” (At-Tabshiroh, hlm. 762)

Bukan artinya musibah itu ditunggu-tunggu, tapi saat datang, kepedihannya cepat berlalu dari mereka karena ingat besarnya pahala. Semoga kita bisa terapkan ini.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (09:48) 25 Jumadil Awal 1440 / 31 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *