1. Makan sahur [Bagian 01]

3 menit baca
1. Makan sahur [Bagian 01]
1. Makan sahur [Bagian 01]

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan,

وَقْتُ السَّحُورِ بَيْنَ نِصْفِ اللَّيْلِ وَطُلُوعِ الْفَجْرِ

“Waktu sahur ialah dari pertengahan malam sampai waktu subuh.” (Al-Majmu’, VI/360)

[su_spoiler title=”Selengkapnya” style=”fancy” icon=”caret-square”]

Jadi yang makan sahur secara sengaja sebelum pertengahan malam maka secara hukum dia tidak mendapatkan pahala makan sahur meski tentu saja puasanya tetap sah, akan datang penjelasan tentang ini di akhir pembahasan mengakhirkan makan sahur.

Tentang disunnahkannya makan sahur, ada beberapa hal yang penting untuk kita ketahui;

MAKAN SAHUR IALAH PEMBEDA ANTARA PUASANYA AHLUL HAQQ DENGAN AHLI BATIL

• Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dengan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur.” HR. Muslim (1096)

▪️ Asy-Syaikh Zaid al-Madkhali menjelaskan,

وهذا أعظم ترغيب وأبلغ حث على ملازمة هذه السنة النافعة المفيدة التي جعلت علامة فارقة بين صوم أهل الحق أتباع محمد صلى الله عليه وسلم وبين صوم عباد الهوى والشيطان من أهل الكتاب الذين ضلوا وأضلوا عن سواء السبيل

“Hadits ini berisikan motivasi terbesar dan anjuran mendalam untuk selalu menjalankan sunnah (makan sahur) yang bermanfaat ini. Sebab sunnah ini ditetapkan sebagai pembeda antara puasa Ahlul Haqq pengikut Muhammad ﷺ dengan puasanya penyembah hawa nafsu dan setan dari kalangan ahli kitab yang sesat dan menyesatkan dari jalan yang benar.” (Al-Afnan an-Nadiyyah, III/141)

TERDAPAT BERKAH PADA MAKAN SAHUR

• Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

تَسَحَّرُوا ؛ فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah kalian! Karena padanya terdapat keberkahan.” HR. Al-Bukhari (1923) dan Muslim (1095)

▫️Seorang sahabat Nabi berkata,

دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ، فَقَالَ : ” إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمُ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ

“Saya masuk menemui Nabi ﷺ ketika beliau sedang makan sahur, lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya makan sahur adalah berkah yang Allah berikan untuk kalian, maka jangan kalian tinggalkan.'” -SHAHIH- (Ghayah al-Muna, XX/366) HR. An-Nasa’i (2162)

▫️ Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

دَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى السُّحُورِ فِي رَمَضَانَ فَقَالَ : ” هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ

“Rasulullah ﷺ memanggil saya untuk makan sahur di bulan Ramadhan, beliau berkata, ‘Kemarilah menuju makanan yang penuh berkah.'” -SHAHIH LI GHAIRIHI- (Shahih at-Targhib, 1067) HR. Abu Dawud (2344), an-Nasa’i (2163)

BENTUK BERKAH MAKAN SAHUR

Di antara berkah makan sahur, orang yang melakukannya akan mendapat;
– limpahan rahmat dari Allah,
– dan para Malaikat akan mendoakan dan memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka yang sahur.

Tentang dua poin ini,

• Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan,

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Pada makan sahur terdapat berkah. Maka janganlah kalian tinggalkan sahur meski hanya minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mencurahkan shalawat untuk orang-orang yang sahur.” -HASAN- (Shahih al-Jami’, 3683) HR. Ahmad (11101)

Juga termasuk bentuk berkah makan sahur ialah beberapa hal yang disebutkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah,

▪️ beliau berkata,

أَنَّ الْبَرَكَةَ فِي السُّحُورِ تَحْصُلُ بِجِهَاتٍ مُتَعَدِّدَةٍ وَهِيَ اتِّبَاعُ السُّنَّةِ وَمُخَالَفَةُ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالتَّقَوِّي بِهِ عَلَى الْعِبَادَةِ وَالزِّيَادَةُ فِي النَّشَاطِ وَمُدَافَعَةُ سُوءِ الْخُلُقِ الَّذِي يُثِيرُهُ الْجُوعُ وَالتَّسَبُّبُ بِالصَّدَقَةِ عَلَى مَنْ يَسْأَلُ إِذْ ذَاكَ أَوْ يَجْتَمِعُ مَعَهُ عَلَى الْأَكْلِ وَالتَّسَبُّبُ لِلذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَقْتَ مَظِنَّةِ الْإِجَابَةِ وَتَدَارُكُ نِيَّةِ الصَّوْمِ لِمَنْ أَغْفَلَهَا قَبْلَ أَنْ يَنَامَ

“Berkah makan sahur didapatkan dari beberapa bentuk;
– Menjalankan sunnah,
– menyelisihi puasanya ahli kitab,
– menguatkan badan orang yang berpuasa untuk beribadah dan menambah semangatnya,
– menjauhkan perilaku jelek yang bisa muncul akibat rasa lapar,
– dapat menjadi sebab untuk bersedekah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau makan sahur bersamanya,
– menjadi bisa berdzikir dan berdoa pada waktu dikabulkannya doa [waktu sahur termasuk waktu mustajab untuk berdoa],
– waktu sahur juga menjadikan seseorang sempat berniat puasa bagi yang lupa meniatkan sebelum tidur (bahwa besok berpuasa).” (Fathul Bari, IV/140)

▪️ Asy-Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah juga menjelaskan,

ومن بركة السحور صلاة الفجر مع الجماعة، وفي وقتها الفاضل، ولذا تجد المصلين في صلاة الفجر في رمضان أكثر منهم في غيره من الشهور؛ لأنَّهم قاموا من أجل السحور

“Termasuk berkah makan sahur ialah bisa shalat subuh secara berjamaah di waktu yang utama, oleh karenanya kamu mendapati orang-orang yang mengerjakan shalat subuh (di masjid) pada bulan Ramadhan lebih banyak daripada di bulan-bulan lain di bulan-bulan di bulan-bulan lain karena mereka bangun untuk makan sahur.” (Taudhih al-Ahkam, III/474)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]

[/su_spoiler]