Al Allamah Muhammad Al ‘Utsaimin rahimahullah menyatakan,

يجب على من رأى شخصًا مُتهاونًا فيها أن ينصحه بعزيمة وجد

“Wajib bagi siapa saja yang melihat orang yang mengabaikan shalat; untuk menasihatinya secara serius dan sungguh-sungguh.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/411)

Namun tetap dengan mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan kelemahan lembutan tentunya.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (09:40) 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menyatakan:

أعظم عمل يحصل به رضا الله -عز وجل- هو الصلاة

“Amalan terbesar yang bisa jadi sebab Allah ridha ialah shalat.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/408)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (06:55) 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah menyatakan,

قال بعض العلماء إذا ظفر إبليس من ابن آدم بثلاث لم يطلبه بغيرهن : إذا أعجب بنفسه ، واستكثر عمله ، ونسي ذنوبه

“Sebagian ulama berkata, ‘Jika Iblis berhasil mendapatkan tiga hal pada diri manusia; maka ia tidak akan mencari jalan lain [ untuk menyesatkannya ]; yaitu [1] bila dia sudah menganggap dirinya hebat, [2] merasa amalnya sudah banyak, dan [3] lupa dosa-dosanya.” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 19)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (10:48) 09 Jumadil Akhir 1440 / 14 Februari 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah menyatakan,

كل ما شغلك عن الله عز وجل من أهل ومال وولد فهو عليك شؤم

“Semua hal yang membuat lalai dari Allah, baik itu keluarga, harta, atau anak; maka itu kejelekan bagimu.” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 14)

— Masjid Al Istiqamah @ Balikpapan
— Hari Ahadi, (12:19) 05 Jumadil Akhir 1440 / 10 Februari 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah mengatakan,

صحبة أهل الصلاح تورث في القلب الصلاح وصحبة أهل الشر والفساد تورث في القلب الفساد

“Berteman dengan orang-orang baik akan membuat hati jadi baik. Sedang berteman dengan orang-orang buruk dan rusak akan membuat hati juga jadi rusak.” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 14)

— Masjid Al Istiqamah @ Balikpapan
— Hari Ahadi, (12:19) 05 Jumadil Akhir 1440 / 10 Februari 2019

Terkadang sebagian pihak mengira bahwa banyak bertanya tentang berbagai hal termasuk bentuk kepedulian kepadanya.

Dan tentu saja kondisinya tidak melulu seperti itu, terlebih jika kondisinya sedang kurang nyaman disebabkan sakit.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan,

واعلم أن العلماء – رحمهم الله – ذكروا لعيادة المريض آداباً منها: ألا يكثر العائد لمريض محادثته بالسؤال عن حاله وعن نومه وأكله وشربه وما أشبه ذلك، إلا إذا كان يأنس بهذا ويُسر به، أما إذا كان يتضجر ولا يحب أن يكثر أحد الكلام معه كما هو حال بعض المرضي، فإنك لا تتبع مع الكلام ولا تضجره بالمساءلات

“Ketahuilah! Sesungguhnya ulama telah menyebutkan sejumlah adab saat menjenguk orang sakit. Di antaranya, tidak banyak menanyakan tentang kondisinya, tidurnya, makannya, minumnya, dan lain-lain.

Kecuali jika dia merasa senang bila ditanyakan tentang hal-hal itu.

Sedang bila dia merasa tidak nyaman dan tidak suka jika banyak diajak bicara -sebagaimana ini kondisi sebagian orang sakit- maka jangan banyak berbicara dengan dia dan bertanya-tanya.” (Syarah Riyadhus Shalihin, II/595)

— Masjid Al Istiqamah @ Balikpapan
— Hari Ahadi, (11:58) 05 Jumadil Akhir 1440 / 10 Februari 2019

Asy-Syaikh Muhammad Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

العلم من أفضل العبادات وأجلها وأعظمها نفعا ، ولهذا نجد الشيطان حريصاعلى أن يصد الإنسان عن العلم

“Ilmu termasuk ibadah yang paling utama, paling agung, dan paling besar manfaatnya. Oleh karenanya kita saksikan setan sangat bersemangat menghalangi manusia dari belajar ilmu agama.” (Fatawa Nuur ‘alad Darb, II/12)

— Masjid Al Istiqamah @ Balikpapan
— Hari Ahadi, (12:55) 05 Jumadil Akhir 1440 / 10 Februari 2019

Al Allamah Abdurrahman As-Si’di rahimahullah berkata:

واستمتع بدنياك، استمتاعا لا يثلم دينك، ولا يضر بآخرتك

“Nikmatilah dunia yang kamu miliki namun tanpa merusak agamamu dan tanpa merugikan akhiratmu.” (Tafsir As-Sidi, hlm. 623)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (13:34) 04 Jumadil Akhir 1440 / 09 Februari 2019

Lantas jadilah hati tersebut keras membatu. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

ومتى أقحطت العين من البكاء من خشية الله تعالى فاعلم أن قحطها من قسوة القلب

“Kapan mata ini kering dari air mata yang disebabkan karena takut pada Allah; maka ketahuilah bahwa sebabnya ialah hati yang keras.” (Bada’iul Fawa’id, III/743)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (13:52) 04 Jumadil Akhir 1440 / 09 Februari 2019

Kesimpulan dari fatwa Al Allamah Ibnu Baaz rahimahullah, tidak disyari’atkan mengangkat tangan saat doa di khutbah Jum’at kecuali jika itu doa minta hujan. Sedangkan mengaminkan, maka boleh dilakukan namun tanpa mengeraskan suara.

Berikut ini pernyataan dari Al Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah:

لا يشرع رفع اليدين في خطبة الجمعة لا للإمام ولا للمأمومين، لأن الرسول الله لم يفعل ذلك ولا خلفاؤه الراشدون، لكن لو استسقى في خطبة الجمعة شرع له وللمأمومين رفع اليدين،

لأن النبي ﷺ لما استسقى في خطبة الجمعة رفع يديه ورفع الناس أيديهم، وقد قال الله سبحانه : { لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

أما التأمين من المأمومين على دعاء الإمام في الخطبة فلا أعلم به بأساً بدون رفع صوت، وبالله التوفيق

“Tidak disyari’atkan bagi imam dan ma’mum untuk mengangkat tangan saat berdoa di khutbah Jum’at. Karena Rasulullah ﷺ dan Khulafa’ur Rasyidin tidak melakukannya.

Kecuali jika doa di khutbah itu dalam rangka istisqa’ (minta hujan). Di kondisi ini disyari’atkan bagi imam dan ma’mum untuk mengangkat tangan. Karena Nabi Muhammad ﷺ mengangkat tangan saat beliau istisqa’ di khutbah Jum’at dan diikuti oleh para sahabat (mengangkat tangan).

Allah ta’ala berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” QS. Al Ahzab : 21

Sedangkan hukum ma’mum mengaminkan doa imam saat khutbah; maka tidak masalah namun tanpa mengeraskan suara. Hanya pada Allah kita mohon petunjuk.” (Dinukil melalui Mausu’ah Al Ahkam Asy-Syar’iyyah, I/336)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (10:33) 03 Jumadil Akhir 1440 / 08 Februari 2019