![]() |
| JANGAN SAMPAI BERMUSUHAN HANYA KARENA MASALAH PRIBADI |
Selesaikan dengan baik-baik, saling meminta maaf, dan jangan merasa diri yang paling benar, sebab suatu masalah terjadi bisa saja karena faktor dari kedua belah pihak sekaligus.
Al-Allamah Zaid al-Madkhali rahimahullah menasihatkan,
فاحْذَروُا – رَحِمَكُم اللهُ – مِنْ أَسْباب التَّهاجُرِ لحُظُوظِ النَّفسِ ، ومتَاعِ الدُّنيَا ، وإنْ حَصَلَ شَيءٌ من ذلكَ فلا يَجوزُ التمادي في الهَجْرِ فوقَ ثلاثٍ ، يلتقيان فيُعرضُ هذا ، ويُعرضُ هذا ، ولتعلموا – رَحِمَكُم اللهُ – أنَّ العفوَ والصَّفحَ والتسامُحَ من أخلاقِ أهلِ الإيمانِ ، فالبِدَارِ البِدَارِ إلى التخلُّص منْ الهَجْرِ وأسبابه ، وإلى التحلّي بفضيلةِ العَفوِ والصَّفحِ والمُسامحةِ
“Hati-hatilah -semoga Allah merahmati kalian-, dari sebab sebab terputusnya hubungan karena masalah masalah pribadi atau urusan duniawi.
Apabila pada akhirnya terjadi maka tidak boleh memutus hubungan lebih dari tiga hari, saling bertemu lalu yang ini menghindar dan satunya juga menghindar. Dan hendaknya kalian mengetahui – rahimakumullah- bahwa memaafkan dan berlapang dada termasuk akhlak orang beriman.
Maka bersegera dan bergegaslah untuk melepaskan diri dari memutus hubungan dan sebab sebabnya. Dan bersegeralah untuk menghiasi diri dengan akhlak memberi maaf dan berlapang dada.” (Aunul Ahadish Shomad, I/453)
Semoga kita dapat mewujudkan nasihat beliau di atas dalam hidup kita demi menjaga nikmat persaudaraan di tengah kita, umat Islam.
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (09:11) 14 Jumadil Akhir 1441 / 08 Februari 2020
