![]() |
| HARUS MENJAGA PERASAAN SAUDARA KITA |
Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً، فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ، حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ
“Jika kalian bertiga, maka janganlah berbisik-bisik berdua sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian berbaur dengan yang lain. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi merasa sedih.” HR. Al-Bukhari (6290) dan Muslim (2184)
Dari larangan Nabi Muhammad ﷺ ini kita mengetahui bahwa penting sekali melihat keadaan dan menjaga perasaan teman atau saudara kita.
Pada intinya, jangan sampai membuat teman kita jadi sedih disebabkan sikap kita. Pun sama, seumpama sedang kumpul berlima, jangan berempat berbincang diam-diam lalu yang satu ditinggal tidak dilibatkan, dst.
Al-Hafizh al-‘Iraqi rahimahullah mengatakan,
قَالَ الْمَاوَرْدِيُّ: وَكَذَلِكَ الْجَمَاعَةُ عِنْدَنَا لَا يَتَنَاجَوْنَ دُونَ وَاحِدٍ لِوُجُودِ الْعِلَّةِ؛ لِأَنَّهُ قَدْ يَقَعُ فِي نَفْسِهِ أَنَّ الْحَدِيثَ عَنْهُ بِمَا يَكْرَهُ أَوْ أَنَّهُمْ لَمْ يَرَوْهُ أَهْلًا لِاطِّلَاعِهِ عَلَى مَا هُمْ عَلَيْهِ
“Al-Mawardi berkata, ‘Pendapat kami, sama halnya jika yang berkumpul jumlahnya banyak. Tidak boleh mereka berbicara diam-diam tanpa melibatkan satu orang, karena penyebab larangannya juga ada [ yaitu membuat sedih ].
Sebab bisa pula muncul dalam perasaan (yang tidak diajak bicara) bahwa yang sedang dibicarakan ialah tentang perkara yang dia benci yang menyangkut dirinya. Atau dia akan mengira bahwa mereka tidak melibatkannya karena tidak pantas untuk ikut membahas hal itu.” (Tharh at-Tatsrib, VIII/142)
Jadi di samping membuatnya sedih, perbuatan ini juga bisa memunculkan dugaan yang tidak-tidak.
Artikel lengkapnya di sini: https://www.nasehatetam.net/harus-menjaga-perasaan-saudara-kita/
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan hadits ke 4 dari Kitab al-Jami’ dari Bulughul Maram ]
