![]() |
| PELAJARAN TERKAIT SAFAR DARI HADITS INI¹ |
¹ Faedah ini kami olah dari Ithaf al-Muslim, hlm. 1422
Dianjurkan untuk mengabarkan rencana keberangkatan kepada orang yang kita ketahui sebagai orang baik, entah itu kerabat atau teman-teman, untuk mendapatkan doa kebaikan dan nasihat darinya sebelum pergi.
Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata,
إذَا خَرَجَ أَحَدُكُمْ إلَى سَفَرٍ فَلْيُوَدِّعْ إخْوَانَهُ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي دُعَائِهِمْ بَرَكَةً
“Jika salah seorang kalian ingin bepergian hendaklah dia memberikan kabar kepada saudara-saudaranya, karena Allah menjadikan berkah dari doa mereka.” (Bahjah al-Majalis, melalui al-Adab asy-Syar’iyyah, I/421)
Meski boleh saja pergi tanpa mengabarkan kepada orang-orang dekat, namun sayang sekali jika seseorang pergi diam-diam, boleh jadi, dia melewatkan doa yang bisa bermanfaat bagi keperluan safarnya tersebut.
Berkata Imam asy-Sya’bi rahimahullah,
السُّنَّةُ إذَا قَدِمَ رَجُلٌ مِنْ سَفَرٍ أَنْ يَأْتِيَهُ إخْوَانُهُ فَيُسَلِّمُونَ عَلَيْهِ، وَإِذَا خَرَجَ إلَى سَفَرٍ أَنْ يَأْتِيَهُمْ فَيُوَدِّعُهُمْ وَيَغْنَمُ دُعَاءَهُمْ
“Termasuk sunnah, bila ada yang datang dari safar agar saudara-saudaranya mendatanginya dan mengucapkan salam. Dan juga sunnah, jika seseorang ingin pergi safar agar dia mendatangi saudara-saudaranya dan berpamitan, sehingga dia bisa mendapatkan doa kebaikan dari mereka.” (Bahjah al-Majalis, melalui al-Adab asy-Syar’iyyah, I/421)
Di zaman sekarang, untuk berpamitan sudah jauh lebih mudah. Jika dia sibuk dengan persiapan safarnya, dia bisa memberi kabar melalui telepon, WhatsApp, atau yang semisal, umpamanya.
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Draft buku Bekal Muslim dalam Perjalanan]
