![]() |
| FIKIH YANG HARUS DIPAHAMI SAAT NAHI MUNGKAR |
Al-Allamah Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan,
فلو فرض أن شخصاً وجدناه على منكر كأن يشرب الدخان مثلاً، ولو نهيناه عن شرب الدخان ذهب يشرب الخمر، فإننا لا ننهاه؛ إذ كنا نعلم أن هذا الرجل سيقدم على ما هو أعظم؛ فإننا لا ننهاه عن شرب الدخان عندئذ. لماذا؟ لأن شرب الدخان أهون من شرب الخمر
“Kalau seandainya ada seseorang yang kita dapati melakukan kemungkaran, seperti merokok misalnya. Jika kita melarangnya merokok malah justru membuat dia lari ke minuman keras; maka di kondisi ini jangan kita melarangnya.
Jika kita tahu bahwa orang tersebut akan melakukan kemungkaran yang lebih besar maka saat itu kita tidak melarangnya merokok. Kenapa? Karena merokok lebih ringan daripada minum minuman keras.” (Syarah Riyadhus Shalihin, II/164)
— Saat menyebarang Menuju Pulau Tarakan @ Speed Boat MBE
— Hari Ahadi, (08:15) 26 Syawal 1440 / 30 Juni 2019
