KETIKA SULIT MEMBANGUNKAN ANAK UNTUK SHALAT

1 menit baca
KETIKA SULIT MEMBANGUNKAN ANAK UNTUK SHALAT
KETIKA SULIT MEMBANGUNKAN ANAK UNTUK SHALAT

Pertanyaan,

أُسْرَةٌ لَدَيْهَا ابنٌ ينامُ فلا يستيقظُ بسُهُولَةٍ، فيَلْجَأُ أَحَدُ الأبَوَيْنِ عندما يُرِيدُ أنْ يُوقِظَهُ لأداءِ الصَّلاةِ أَنْ يَقُولَ له: قُمْ، جَاءَ فلانٌ. أَحَدُ أصدقائِه، أَوْ أَحَدُ أَقْرِبَائِه، فيقومُ بِسُرْعَةٍ، فهل هذا جائزٌ؟

Ada sebuah keluarga yang memiliki seorang anak yang dia susah untuk bangun.

Hingga salah satu orang tuanya menempuh cara untuk membangunkannya shalat dengan mengatakan, ‘Cepat bangun! Si fulan datang..’ (lalu dia sebut salah satu nama teman atau kerabat anaknya tersebut) maka si anak pun bangun dengan cepat.

Apakah perbuatan seperti ini boleh?

Al-Allamah Al-Utsaimin menjawab,

نَعَمْ، يجوزُ، لكِنْ لا بُدَّ أنْ يَتَأَوَّلَ، فيَقْصِدَ أنَّ فلانًا قد جَاءَ إلى أَهْلِهِ، أو ما أَشْبَهَ ذلكَ

“Ya, boleh. Tapi dia harus memaksudkan dari ucapannya itu perkara yang lain. (Seperti) Dia maksudkan si fulan datang ke keluarganya, atau yang semisal ini.” (Fatawa ‘alath Thariq, hlm. 200)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (17:09) 21 Dzulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019