TIDAK BOLEH MEMULAI UCAPAN SALAM KEPADA ORANG DI LUAR ISLAM

1 menit baca
TIDAK BOLEH MEMULAI UCAPAN SALAM KEPADA ORANG DI LUAR ISLAM
TIDAK BOLEH MEMULAI UCAPAN SALAM KEPADA ORANG DI LUAR ISLAM

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -: «لَا تَبْدَؤُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ، وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ، فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ» أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Darinya (Abu Hurairah), beliau berkata,

• Rasulullah ﷺ bersabda,

“Jangan kalian mengawali ucapan salam kepada yahudi dan nasrani. Jika kalian bertemu mereka di jalan, maka biarkan mereka berada di sisi jalan yang sempit.” HR. Muslim

Hadits ini ialah dalil yang menunjukkan bahwa hukum mengucapkan salam kepada non muslim adalah haram. Namun dalam hadits ini tidak ada larangan untuk menjawab salam mereka -ketika mereka mengucapkan salam-, sehingga ini menunjukkan bahwa tidak masalah menjawab ucapan salam mereka.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

فَمَذْهَبُنَا تَحْرِيمُ ابْتِدَائِهِمْ بِهِ وَوُجُوبُ رَدِّهِ عَلَيْهِمْ بِأَنْ يَقُولَ وَعَلَيْكُمْ أَوْ عَلَيْكُمْ فَقَطْ وَدَلِيلُنَا فِي الِابْتِدَاءِ قوله صلى الله عليه وسلم لاتبدأوا اليهود ولاالنصارى بِالسَّلَامِ وَفِي الرَّدِّ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ وَبِهَذَا الَّذِي ذَكَرْنَاهُ عَنْ مَذْهَبِنَا قَالَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ وَعَامَّةُ السَّلَفِ

“Dalam madzhab kami, haram hukumnya mendahului ucapan salam kepada orang kafir. Namun wajib untuk membalas ucapan salam mereka, yaitu dengan mengucapkan ‘Wa ‘alaikum’ atau ”Alaikum’.

Dalil pendapat kami ini, bahwa terlarang mengawali ucapan salam kepada orang kafir ialah

• sabda Rasulullah ﷺ,

لَا تَبْدَؤُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ

“Jangan kalian mengawali ucapan salam kepada yahudi dan nasrani.”

Sedangkan dalil tentang bolehnya menjawab salam mereka ialah

• sabda Nabi ﷺ,

فَقُولُوا وَعَلَيْكُم

“Jawablah ucapan salam mereka dengan wa ‘alaikum.”

Pendapat madzhab kami ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama dan keumuman salaf.” (Syarah Shahih Muslim, XIV/145)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits ke 9 Kitab al-Jami’ dari Bulughul Maram]