![]() |
| LARANGAN MENGGUNAKAN SATU ALAS KAKI SAJA Bag.1 |
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -: «لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا، أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِمَا
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Janganlah salah seorang dari kalian berjalan dengan satu sandal, hendaknya ia pakai keduanya atau ia lepas keduanya.”
Muttafaqun ‘alaihi (HR. Al-Bukhari, 5856 dan Muslim, 2097)
PELAJARAN DALAM HADITS
1. Islam ialah agama yang sempurna, semua ajarannya mengarahkan agar sampai pada keadaan yang juga sempurna.
Asy-Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah berkata saat menerangkan sejumlah pelajaran dari riwayat ini,
الإسلام كامل، ويدعو إلى الكمال، وجميل يحب الجمال؛ فإن مشي الإنسان في نعل واحدة، أو خفٍّ واحدة، ففيه مُثْلَةٌ وتشهير، ومخالفة للمعتاد؛ لذا نهى عن المشي في نعل واحدة
“Islam ialah agama yang sempurna, dan mengajak menuju kesempurnaan. Islam adalah agama yang indah dan menyukai keindahan. Saat seseorang berjalan dengan satu sandal, atau satu sepatu, maka hal itu timpang dan buruk, juga menyelisihi kebiasaan umumnya. Karena inilah, berjalan dengan satu sandal dilarang.” (Taudhih al-Ahkam, VII/311)
Di antara contoh ajaran Islam yang menunjukkan bahwa kita selalu diarahkan untuk mencapai yang terbaik ialah;
– Untuk menjadi orang yang berkualitas, Islam memotivasi agar seseorang selalu maksimal dalam menjalankan aktivitas, fokus, dan mengerjakannya sebaik mungkin, aktivitas agama maupun dunia.
إنَّ اللهَ تعالى يُحِبُّ إذا عمِلَ أحدُكمْ عملًا أنْ يُتقِنَهُ
“Sesungguhnya Allah ta’ala menyukai apabila salah seorang dari kalian mengerjakan sesuatu dengan sempurna.” [-HASAN- (Shahih al-Jami’, 1880) H.R Al-Baihaqi (Syu’ab al-Iman, IV/1867) dan ath-Thabrani (al-Aushath, I/275)]
– Untuk menjadi orang yang dihargai di tengah-tengah manusia, maka bersikaplah kepada orang lain dengan sikap yang kita suka apabila orang lain melakukannya untuk kita.
فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ
“Barang siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan ingin masuk ke surga, hendaklah dia menemui kematiannya dalam kondisi beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah dia berbuat untuk orang lain dengan hal yang dia senang jika diperlakukan seperti itu.” (H.R Muslim, 1844)
Dua hal di atas hanyalah contoh dari sekian banyak ajaran Islam yang menghasung agar seorang muslim mencapai yang terbaik. Sehingga tidak tepat orang yang beranggapan jika menjalankan ajaran Islam berarti akan hidup tertinggal. Bahkan yang ada ialah sebaliknya.
2. Segala hal yang kita perlukan dalam hidup, maka Islam telah membimbingkan dan mengarahkan kita untuk melakukannya.
Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah berkata,
وهذا من كمال الدين الإسلامي؛ أن الله سبحانه وتعالى بين في هذا الدين كل ما يحتاج الناس إليه من أمور دينهم ودنياهم، حتى آداب الأكل والشرب والنوم واللباس والجماع وغير ذلك، فكل ما يحتاجه
الناس في أمور دينهم ودنياهم فإن الدين الإسلامي ولله الحمد کفیل بیانیه والهداية
إليه
“(Ajaran tentang menggunakan sandal yang disebutkan dalam riwayat ini) merupakan salah satu bentuk kesempurnaan agama Islam. Di mana Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan di dalam agama kita semua perkara yang diperlukan oleh manusia, terkait agama dan dunia mereka.
Bahkan seputar pembahasan adab makan dan minum, ketika tidur, berpakaian, jima’, dan lain-lain (juga diatur dan diajarkan). Segala sesuatu yang dibutuhkan manusia, tentang perkara agama maupun dunia, maka agama Islam -alhamdulillah- telah menjelaskan dan memberikan bimbingannya.” (Asy-Syarh al-Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, III/657)
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits ke 13 Kitab al-Jami’ dari Bulughul Maram]
