DALIL BERSUCI DENGAN TAYAMMUM Bag.1

1 menit baca
DALIL BERSUCI DENGAN TAYAMMUM Bag.1
DALIL BERSUCI DENGAN TAYAMMUM Bag.1

عن عمران بن حصين – رضي الله عنه -: «أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – رَأَى رَجُلاً مُعْتَزلاً لَمْ يُصَلِّ فِي الْقَوْمِ؟ فَقَالَ: «يَا فُلانُ، مَا مَنَعَكَ أَنْ تُصَلِّيَ فِي الْقَوْمِ؟» فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَصَابَتْنِي جَنَابَةٌ، وَلا مَاءَ، فَقَالَ : «عَلَيْك بِالصَّعِيدِ، فَإِنَّهُ يَكْفِيكَ»

Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu,

“Rasulullah ﷺ melihat seseorang yang menyendiri dan tidak ikut shalat berjamaah.

Kemudian beliau bertanya kepadanya, ‘Wahai fulan! Mengapa kamu tidak ikut shalat berjamaah?’ Orang itu menjawab, ‘Wahai Rasulullah, saya junub dan tidak ada air.’

Nabi ﷺ lalu menyampaikan kepadanya, ‘Hendaklah kamu menggunakan tanah, karena itu sudah cukup.'”

Asy-Syaikh Ahmad an-Najmi rahimahullah menjelaskan tentang hadits ini,

كان النبي ﷺ في سفر فصلى الصبح هو وأصحابه، واعتزل رجل فلم يصل، فلما انصرف النبی ﷺ رآه، فسأله عن السبب الذي منعه من الصلاة؟ فأجاب بأنه جنب، ولم يَجد ماء للاغتسال، فأرشده النبي ﷺ إلى الصعيد، وأخبره أنه كافيه

“Nabi Muhammad ﷺ berada dalam suatu perjalanan, beliau melaksanakan shalat subuh bersama para sahabat, dan saat itu ada seseorang yang menyendiri, tidak ikut shalat. Setelah selesai, beliau ﷺ melihat orang itu dan menanyakan tentang sebab dia tidak ikut shalat? Maka orang itu menjawab, bahwa ia dalam kondisi junub dan tidak ada air untuk mandi. Kemudian Nabi ﷺ membimbingnya untuk menggunakan tanah (yakni bertayammum), dan beliau sampaikan bahwa itu mencukupi.” (Ta’sis al-Ahkam, I/93)

Dari hadits ini kita mengetahui bahwa tayammum dapat digunakan untuk mengangkat hadats kecil dan hadats besar untuk sementara waktu.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits pertama Bab Tayammum dari Umdatul Ahkam]