KHUSYUK – URGENSI DAN PENGARUHNYA Bag.2

1 menit baca
KHUSYUK – URGENSI DAN PENGARUHNYA Bag.2
KHUSYUK – URGENSI DAN PENGARUHNYA Bag.2

Di antara bukti yang menunjukkan sangat pentingnya kekhusyukan ialah khusyuk merupakan sebab terpenting diterimanya ibadah shalat, yang mana shalat merupakan rukun agama yang paling besar setelah dua kalimat syahadat. Dalam kitab Sunan, dari Nabi Muhammad ﷺ,

beliau bersabda,

إنّ العَبْدَ لَيَنْصَرِفُ مِن صَلاتِهِ ولَمْ يُكْتَبْ لَهُ مِنها إلّا نِصْفُها إلّا ثُلُثُها إلّا رُبْعُها إلّا خُمْسُها إلّا سُدْسُها إلّا سُبْعُها إلّا ثُمُنُها إلّا تُسْعُها إلّا عُشْرُها

“Sesungguhnya ada seseorang yang selesai dari mengerjakan shalat, namun ia tidak mendapatkan pahala melainkan hanya setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya, atau seperlimanya, atau seperenamnya, atau sepertujuhnya, atau seperdelapannya, atau sepersembilannya, atau hanya sepersepuluhnya.”

HASAN (Tahqiq Kitab al-Iman karya Ibnu Taimiyyah)

Dengan khusyuk, seseorang juga akan mudah untuk mengerjakan shalat dan rasa cinta pada ibadah shalat akan merasuk dalam jiwanya.

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah berkata tatkala menafsirkan firman Allah,

وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan sesungguhnya shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 45)

“Artinya, sesungguhnya ibadah shalat itu mudah dan ringan bagi orang-orang yang khusyuk. Sebab, kekhusyukan; rasa takut kepada Allah; dan mengharapkan janji yang ada di sisi-Nya; pasti akan menggerakkan seseorang untuk melaksanakan shalat dan melakukannya dengan kelapangan jiwa karena ia mengharapkan pahala dan takut dari siksa-Nya.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hlm. 51)

— Penerjemah: Hari Ahadi [Terjemahan Kutaib al-Khusyuk fish Shalah]