![]() |
| ADAKAH DZIKIR YANG DIBACA PADA SAAT MAKAN SAHUR [Bagian 03] |
Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah menerangkan,
تناول السحور كتناول غيره، يعني يجب على الإنسان أن يسمي عند الأكل؛ لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أمر بالتسمية عند الأكل، وأخبر أن من لم يسم شاركه الشيطان في أكله، لكن لما كان السحور مأموراً به فإنه ينبغي للإنسان أن يستحضر عند تناول السحور بأنه إنما تسحر امتثالاً لأمر الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم، واقتداء به صلى الله عليه وعلى آله وسلم، واستعانة بذلك على الصيام، وإذا فرغ من منه حمد الله، فإن الله تعالى يرضى عن العبد يأكل الأكلة يحمده عليها، ويشرب الشربة فيحمده عليها، وليس هناك ذكر مخصوص للسحور
“Makan sahur sama seperti makan biasanya, artinya seseorang wajib untuk membaca bismillah sebelum makan, karena Nabi memerintahkan untuk membaca bismillah sebelum makan dan beliau mengabarkan orang yang tidak membaca bismillah maka setan akan ikut makan bersamanya.
Namun karena makan sahur ini ialah amalan yang diperintahkan selayaknya seseorang menghadirkan dalam hatinya ketika sedang makan sahur bahwa;
– dia melakukannya dalam rangka mematuhi perintah Rasulullah ﷺ,
– meneladani beliau,
– dan untuk membantunya agar ringan ketika menjalani ibadah puasa.
Apabila dia sudah selesai maka dia memuji Allah,
إنَّ اللَّهَ لَيَرضى عَنِ العبْدِ يأكُلُ الأكْلةَ فيحمَدُهُ عليها، ويشرَبُ الشَّرْبةَ فيحمَدُهُ عليها
“Sesungguhnya Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang makan lalu dia memuji Allah atas nikmat makanan tersebut dan dia minum lalu memuji Allah atas nikmat minuman tersebut.” HR. Muslim (2734)
Tidak ada dzikir khusus yang dibaca ketika makan sahur.” (Fatawa Nur ‘alad Darb, VII/284)
▪️ Beliau juga mengatakan,
وأما ما يفعله بعض العامة عند انتهائه من السحور، فيقول: اللهم إني نويت الصيام إلى الليل، فإن هذا من البدع، لأن التكلم بالنية في جميع العبادات بدعة؛ لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال، أو أنه كان يقول عند فعل العبادة: نويت أن أفعل كذا وكذا
“Yang dilakukan oleh sebagian orang awam ketika selesai dari makan sahur lalu membaca, ‘Allahumma inni nawaytush shiyaam ilal lail’ maka sesungguhnya ini termasuk bid’ah/amalan baru dalam agama. Karena melafazhkan niat dalam seluruh ibadah hukumnya bid’ah, tidak pernah Nabi ﷺ mengucapkan ketika ingin melakukan ibadah, ‘saya berniat untuk melakukan ibadah ini, ini..’.” (Fatawa Nur ‘alad Darb, VII/288)
Mengakhirkan waktu makan sahur
Di samping makan sahur adalah sunnah, juga ada sunnah lain yang terkait makan sahur, yaitu makan sahur tidak terlalu jauh dengan waktu shalat subuh.
Sebagai gambaran, selesainya makan sahur Nabi Muhammad ﷺ ialah sekitar 5 sampai 15 menit sebelum beliau mengerjakan shalat subuh.
▫️ Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَحَّرَا فَلَمَّا فَرَغَامِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ، فَصَلَّى، قُلْنَا لِأَنَسٍ : كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ ؟ قَالَ : قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
“Nabi Muhammad ﷺ dan Zaid bin Tsabit pernah makan sahur bersama. Setelah mereka selesai Nabi ﷺ pun bangkit untuk shalat subuh dan beliau pun shalat.”
Kami bertanya kepada Anas, ‘Berapa jarak waktu antara selesainya sahur beliau berdua dengan waktu masuk mengerjakan shalat?’
قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
“Seukuran orang membaca lima puluh ayat.” HR. Al-Bukhari (576)
Tidak disebutkan hitungan menitnya dikarenakan di masa itu belum dikenal satuan detik, menit, atau yang semisal.
▪️ Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah menyebutkan bahwa 50 ayat berkisar antara 5 hingga 10 menit (Fatawa Nur ‘alad Darb, XVI/41),
▪️ Asy-Syaikh al-Utsaimin memperkirakan di kisaran 10 sampai 15 menit (Syarah Riyadhus Shalihin, V/285).
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]
![ADAKAH DZIKIR YANG DIBACA PADA SAAT MAKAN SAHUR [Bagian 03]](https://www.nasehatetam.net/wp-content/uploads/2020/11/alexandar-todov-AMzC2RVurO4-unsplash-scaled.jpg)