AKTIVITAS POSITIF KETIKA DI PERJALANAN Bag.1

2 menit baca
AKTIVITAS POSITIF KETIKA DI PERJALANAN Bag.1
AKTIVITAS POSITIF KETIKA DI PERJALANAN Bag.1

Mengisi waktu dengan dzikir.

Dzikir ialah sebaik-baik aktivitas. Di samping ringan untuk dilakukan, pahalanya pun amat besar.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ ، وَأَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ ، وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوا : وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ذِكْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang,

– sebaik-baik amalan kalian,
– yang paling suci di sisi Penguasa kalian (Allah ta’ala),
– paling bisa mengangkat derajat kalian,
– lebih baik daripada kalian bersedekah emas dan perak,
– dan juga lebih baik daripada kalian bertemu dengan musuh kalian lalu kalian menebas leher mereka atau mereka menebas leher kalian?

Para shahabat bertanya, ‘Apa amalan tersebut wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ‘Berdzikir kepada Allah.’.” -SHAHIH- (Shahih at-Targhib, 1493) HR. At-Tirmidzi (3377), Ibnu Majah (3790)

Jadi jangan habiskan waktu perjalanan hanya dengan melamun. Dia bisa memilih dzikir-dzikir yang sudah lama dia hafal, seperti subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallaahu, dan lain-lain.

PENTING:

Manfaat maksimal dzikir akan didapat ketika lisan membaca lafazh-lafazhnya, dan hati merenungi kandungannya.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

‏وذِكْرُ الله تعالى يكون بالقلب، ويكون باللسان، ويكون بهما جميعًا، وأفضلُه ما اجتمع عليه القلبُ واللِّسان، ولا ينبغي أن يَغْفَل ويسهوَ قلبُه حين ذِكر الله -عز وجل-؛ فإن رُوح الذِّكر حُضُور القلب، والذِّكر بلا حُضُور القلب كالجسد بدون الرُّوح، ليس إلا مجرَّدَ هيكل، ولن يَحصُل له كمال الأجر المرتَّب على الذكر

“Berdzikir kepada Allah bisa dilakukan;

– menggunakan hati saja,
– atau menggunakan ucapan saja,
– atau menggunakan hati dan ucapan sekaligus.

Dzikir yang paling utama ialah yang berpadu antara dzikir hati dan lisan. Tidak sepantasnya hati seseorang lalai di saat lisannya berdzikir. Karena ruh dzikir ialah penghayatan hati.

Dzikir yang tidak dihayati dengan hati bagaikan badan tanpa ruh, tidak lebih dari sekedar wujud raga, dan tidak akan diraih pahala sempurna dzikir.” (Risalah fil Adzkar, hlm. 11)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Draft buku Bekal Muslim dalam Perjalanan]