ALLAH TIDAK MUNGKIN ZALIM KEPADA HAMBA-NYA

1 menit baca
ALLAH TIDAK MUNGKIN ZALIM KEPADA HAMBA-NYA
ALLAH TIDAK MUNGKIN ZALIM KEPADA HAMBA-NYA

يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي

“Hai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku.”

Allah ta’ala berfirman,

وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.” QS. Ali Imran: 108

وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعِبَادِ

“Dan Allah tidak menghendaki berbuat zalim terhadap hamba-hamba-Nya.” QS. Ghafir: 31

وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.” QS. Qaf: 29

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

ومثل هذا كثير في القرآن. وهو مما يدلُّ على أنَّ الله قادرٌ على الظلم، ولكنَّه لا يفعلُه فضلاً منه وجوداً، وكرماً وإحساناً إلى عباده

“Ayat-ayat semisal ini banyak di dalam Al-Qur’an. Yang ini semua menunjukkan bahwa Allah Maha Mampu untuk berbuat zalim, namun Allah tidak melakukan kezaliman karena keutamaan, kedermawanan, dan kebaikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 657)

Ini bermakna begitu sempurnanya keadilan Allah,

Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah berkata,

فنفي الظلم يعني ثبوت العدل الكامل الذي لانقص فيه

“Tidak adanya kezaliman (dari Allah) bermakna keberadaan sifat adil yang sempurna tanpa kekurangan.” (Syarah al-Arba’in, hlm. 268)

Mengetahui dan meyakini hal ini, menjadikan orang-orang beriman semakin cinta kepada Allah. Dari sini kita memahami bahwa Allah pasti;
– membalas kebaikan orang yang berbuat baik,
– tidak mungkin menghukum seseorang karena dosa dilakukan oleh orang lain,
– dan tidak mungkin menetapkan untuk seorang hamba sesuatu yang tidak cocok baginya.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits 24 dari kitab Arba’in Nawawi]