APAKAH BERDOSA JIKA ORANG TIDAK SHALAT TARAWIH

2 menit baca
APAKAH BERDOSA JIKA ORANG TIDAK SHALAT TARAWIH
APAKAH BERDOSA JIKA ORANG TIDAK SHALAT TARAWIH

Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah berkata,

فهؤلاء القوم الذين ذكرتهم أنهم قريبون من المسجد وأنهم لا يصلون التراويح ليس عليهم إثم في ترك صلاة التراويح لأنها ليست بواجبة. ولكننا نقول أنهم فاتهم خير كثير؛ لأن رسول الله صلى عليه وسلم يقول: «من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه». فنصيحتنا لإخواننا هؤلاء أن ينتهزوا فرصة العمر وأن يأخذوا من الطاعة بنصيب؛ لأنهم سوف يتمنون أنهم زادوا في حسناتهم ركعة أو ركعتين أو تسبيحة أو تسبيحتين كما قال الله تعالى: ﴿حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ﴾ وقال تعالى: ﴿وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ﴾ والحديث الصحيح «ما من ميت يموت إلا وقد ندم إن كان محسناً ندم ألا يكون ازداد وإن كان مسيئاً ندم ألا يكون فات»

“Orang-orang yang kamu sebutkan bahwa mereka tempat tinggalnya dekat dengan masjid tetapi tidak mengerjakan shalat tarawih mereka tidak berdosa, karena shalat tarawih hukumnya tidak wajib.

Akan tetapi kami katakan bahwa mereka telah kehilangan kebaikan yang banyak,

• dikarenakan Rasulullah ﷺ bersabda,

مَن قامَ رمضانَ إيمانًا واحتِسابًا غُفِرَ لَهُ ما تقدَّمَ من ذنبِهِ

“Barang siapa yang mengerjakan shalat malam bulan Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Nasihat kami kepada saudara-saudara kami tersebut, hendaknya mereka memanfaatkan kesempatan hidup dengan mengambil bagian dari ketaatan. Karena mereka kelak akan berangan-angan agar bisa menambah kebaikan mereka meski hanya satu raka’at, dua raka’at, satu tasbih atau dua kalimat tasbih. Sebagaimana yang Allah firmankan,

ۚحَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), ( 100 ) Agar aku bisa berbuat amal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.” QS. Al-Mu’minun: 99-100

▫️ Dan Allah ta’ala berfirman,

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antaramu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?” QS. Al-Munafiqun: 10

Di hadits shahih, ‘Tidak seorangpun yang meninggal kecuali dia menyesal. Jika dia orang baik dia menyesal kenapa tidak menambah kebaikan dan jika dia orang jelek Dia menyesal karena telah melewatkan kebaikan.’.” (Fatawa Nur ‘alad Darb, kaset no. 51)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]