APAKAH MAKMUM YANG TERTINGGAL RAKA’AT TETAP MEMBACA DOA ISTIFTAH

1 menit baca
APAKAH MAKMUM YANG TERTINGGAL RAKA’AT TETAP MEMBACA DOA ISTIFTAH
APAKAH MAKMUM YANG TERTINGGAL RAKA’AT TETAP MEMBACA DOA ISTIFTAH

Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah menerangkan,

لو جاء الإنسان الصلاة والإمام ساجد، فإنه يكبر ويسجد، رغم أن هذا السجود لا يعد شيئا، وإذا قام يستفتح؛ لأن هذا السجود لا يعد، وإنما هو لمتابعة الإمام، ولا يختل به الترتيب، ولا ينتظر المصلي الإمام حتى يقوم؛ بل هو مأمور بمتابعة الإمام، فإذا دخل المسجد والإمام ساجد فإنه يكبر للإحرام، ويسجد في الحال۔

“Jika seseorang datang melaksanakan shalat sedangkan posisi imam dalam keadaan sujud, maka dia langsung melakukan takbiratul ihram dan ikut sujud, namun sujud tersebut tidak teranggap sebagai raka’at.

Kemudian jika telah bangkit berdiri, maka dia membaca doa istiftah, karena sujud tadi tidak teranggap sebagai raka’at (pertamanya), dia ikut sujud tadi ialah dalam rangka mengikuti imam, sehingga tidak merusak urutan (shalat).

Maka, jika ada seseorang yang baru datang, jangan dia menunggu imam berdiri, bahkan dia diperintahkan untuk mengikuti imam, apabila dia masuk ke dalam masjid sedangkan imam dalam posisi sujud, maka dia melakukan takbiratul ihram dan sujud saat itu juga.” (At-Ta’liq ‘ala al-Muntaqa, I/39)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, 17 Jumadil Awal 1442 / 01 Januari 2021