![]() |
| BAHAYA PERBUATAN DUSTA |
Asy-Syaikh Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Saya memperingatkan diri saya dan kalian dari perbuatan dusta, sebagaimana Rasulullah ﷺ telah memperingatkan dari sifat dusta ini, sekaligus juga menerangkan tentang dampaknya yang sangat buruk.
Sesungguhnya,
وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ
“Kedustaan akan membawa pada kejahatan.”
Wal iyaa dzubillah.
وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا
“Dan perbuatan jahat akan mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya ketika seseorang berdusta, terus demikian ia hingga tercatat sebagai seorang pendusta.”
Betapa buruk sifat dusta ini. Kita memohon penjagaan kepada Allah.
Saya memperingatkan dari akhlak-akhlak yang jelek yang menyebar pada banyak manusia, hingga merusak akal, kehidupan, dan jalan hidup mereka.
Oleh karena ini pula, Allah pun memperingatkan dari jeleknya sifat dusta, lebih khusus lagi berdusta atas nama-Nya.
{وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ} [النحل : 116]
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘Ini halal dan ini haram’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung.” QS. An-Nahl: 116
Kita memohon perlindungan kepada Allah.
{قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [الأعراف : 33]
“Katakanlah, ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” QS. Al-A’raf: 33
Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu termasuk sifat yang paling buruk, bahkan sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim menganggapnya lebih jelek daripada perbuatan kekafiran dan kesyirikan, karena kebohongan merupakan sumber dari seluruh perbuatan jelek, kesesatan, kekafiran, kesyirikan, dan seluruh akhlak buruk dan perbuatan yang jelek.
— Al-Lubab min Majmu’ Nasha’ih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi’ li asy-Syabab, hlm. 282-283
— Penerjemah: Hari Ahadi
