BETAPA PERLUNYA KITA KEPADA ALLAH Bag.1

1 menit baca
BETAPA PERLUNYA KITA KEPADA ALLAH Bag.1
BETAPA PERLUNYA KITA KEPADA ALLAH Bag.1

يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ
يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ
يَا عِبَادِي، كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ

Hai hamba-hamba-Ku! Setiap kalian adalah orang yang sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku beri kalian petunjuk.

Hai hamba-hamba-Ku! Setiap kalian adalah lapar kecuali siapa yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, pasti Aku beri kalian makan.

Hai hamba-hamba-Ku! Setiap kalian tidak berpakaian kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah kepada-Ku pakaian, pasti Aku akan beri kalian pakaian.

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah menerangkan,

هذا يقتضي أنَّ جميعَ الخلق مُفتقرون إلى الله تعالى في جلب مصالحهم، ودفع مضارِّهم في أمور دينهم ودُنياهم، وإنَّ العباد لا يملِكُون لأنفسهم شيئاً مِنْ ذلك كلِّه، وإنَّ مَنْ لم يتفضَّل اللهُ عليه بالهدى والرزق، فإنَّه يُحرمهما في الدنيا

“Riwayat di atas menunjukkan bahwa seluruh makhluk perlu kepada Allah untuk dapat mewujudkan kemaslahatan (kebutuhan) mereka dan untuk menghindar dari bahaya, baik dalam urusan agama maupun dunia mereka. Dan [dipahami pula dari riwayat di atas] bahwa para hamba tidak memiliki kuasa sedikitpun dalam

[1] mendatangkan manfaat dan

[2] mencegah mudarat. Seandainya Allah tidak memberi petunjuk dan rizki kepada seseorang, tentu ia akan terhalang dari kedua hal tersebut di dunia.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 661)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits 24 dari kitab Arba’in Nawawi]