BUANG JAUH-JAUH KEINGINAN MENDAPATKAN SESUATU DARI MANUSIA

1 menit baca
BUANG JAUH-JAUH KEINGINAN MENDAPATKAN SESUATU DARI MANUSIA
BUANG JAUH-JAUH KEINGINAN MENDAPATKAN SESUATU DARI MANUSIA

Imam Malik bin Dinar rahimahullah berkata,

مُذْ عَرَفْتُ النَّاسَ لَمْ أَفرَحْ بِمَدحِهِم، وَلَمْ أَكرَهْ ذَمَّهُم؛ لأَنَّ حَامِدَهُم مُفرِطٌ، وَذَامَّهُم مُفرِطٌ

“Ketika saya benar-benar mengenal manusia, maka saya tidak lagi bahagia bila mereka memuji dan saya juga tidak marah jika mereka menghujat. Karena jika memuji, manusia (seringkali) berlebihan, dan jika menghujat juga berlebihan.” (Siyar A’lam an-Nubala’, V/362)

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menerangkan,

ما يجْتَمع الْإِخْلَاص فِي الْقلب ومحبة الْمَدْح وَالثنَاء والطمع فِيمَا عِنْد النَّاس إِلَّا كَمَا يجْتَمع المَاء وَالنَّار والضب والحوت. فَإِذا حدثتك نَفسك بِطَلَب الْإِخْلَاص فَأقبل على الطمع أَولا فاذبحه بسكين الْيَأْس وَأَقْبل على الْمَدْح وَالثنَاء فازهد فيهمَا زهد عشّاق الدُّنْيَا فِي الْآخِرَة فَإِذا استقام لَك ذبح الطمع والزهد فِي الثَّنَاء والمدح سهل عَلَيْك الْإِخْلَاص

“Keikhlasan dan;
– rasa senang untuk dipuji,
– serta menginginkan yang ada pada manusia,

ini tidak akan pernah bersatu di dalam hati. Seperti mustahilnya air dan api berkumpul, atau seperti tidak mungkinnya kadal padang pasir dan ikan di air bersatu.

Jika hatimu membisikkan untuk mengupayakan keikhlasan, maka datangi lebih dulu rasa menginginkan untuk memiliki yang ada pada orang lain, lalu sembelihlah dengan pisau keputusasaan [artinya, jangan harapkan dan lupakan apapun dari yang dimiliki oleh manusia].

Kemudian setelah itu, datangilah rasa ingin dipuji dan disanjung, lalu jauhilah kedua hal itu seperti menjauhnya pencinta dunia terhadap akhirat.

Jika kamu berhasil;

– menyembelih keinginan memiliki yang dimiliki manusia,
– dan menjauhi rasa ingin pujian dan sanjungan,

maka ikhlas akan menjadi mudah bagimu.” (Al-Fawa’id, hlm. 149)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Kehidupan Salafus Shalih]