DIAM SAAT MENGIKUTI JENAZAH

2 menit baca
DIAM SAAT MENGIKUTI JENAZAH
DIAM SAAT MENGIKUTI JENAZAH

Ketika sedang mengiringi jenazah ke kuburan, tidak ada bacaan apapun yang dianjurkan untuk dibaca saat itu.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

“Ketahuilah, bahwa pendapat yang benar dan terpilih dan yang diamalkan oleh salaf (ulama terdahulu) ialah diam ketika berjalan mengikuti jenazah. Sehingga jangan mengangkat suara untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau yang lainnya pada saat itu. Hikmahnya jelas, diam ketika mengiringi jenazah akan membuat perasaan lebih tenang dan pikiran lebih terfokus untuk merenungkan peristiwa yang terkait dengan jenazah, inilah yang dicari pada kondisi tersebut.

Yang demikian inilah yang benar. Jangan kamu terpedaya karena banyak orang menyelisihi pendapat ini (diam saat mengiringi jenazah). Abu Ali Al-Fudhail bin Iyadh pernah mengatakan yang maknanya, ‘Teguhlah kamu di atas jalan yang benar dan tidak akan merugikanmu sedikitnya jumlah orang yang menempuhnya. Dan jauhilah jalan-jalan kesesatan! Jangan sampai memperdayamu banyaknya orang yang binasa.'” (Al-Adzkar, hlm. 271)

Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin berkata,

“Hendaklah orang yang mengikuti jenazah dia diam, tenang, dan merenungi tentang tempat kembalinya, merenung bahwa dia juga akan diletakkan di atas keranda seperti halnya jenazah yang sedang dia ikuti.

Hendaknya dia memikirkan keadaannya nanti saat dipikul seperti keadaan jenazah yang sedang dibawa (di depan matanya). Dia harus menjadikan itu sebagai peringatan dan pelajaran. Hendaknya dia sadar bahwa waktu datangnya itu tidaklah lama. Sebatas keluarnya ruh meninggalkan jasadnya maka ia pun akan dibawa ke kuburnya.

Karena itulah, ulama mengatakan bahwa tidak pantas seseorang tertawa ketika dia sedang mengikuti jenazah, juga tidak pantas untuk membicarakan masalah dunia di keadaan seperti itu.” (Asy-Syarh al-Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, III/635-636)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan hadits 6 Hak Muslim atas Saudaranya ]