DOSA DI BULAN RAMADHAN

P : Apakah dosa pada bulan ramadhan juga akan dilipatgandakan?

J : Dosa pada bulan ramadhan tidak akan berlipat ganda dalam hal hitungan. Dalam artian, jika dia melakukan satu kejahatan di bulan ramadhan maka dosa yang dia dapatkan ya tetap satu. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ}

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”  (QS. Al-An’am : 160)

Namun dalam hal ukuran, satu dosa yang dilakukan pada bulan ramadhan akan lebih berat dalam hal timbangan dan balasannya. Benar dosanya tetap satu dosa, tapi satu dosa itu lebih berat dari satu dosa pada hari-hari biasa dengan kemaksiatan yang sama. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ}

“Siapa yang bermaksud di dalam masjidil haram melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al-Hajj : 25)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mempersiapkan siksa yang tidak sebatas siksa, namun disifati dengan siksa yang pedih bagi orang-orang yang melakukan tindak kezaliman di tempat yang Allah muliakan.

Dari ayat ini ulama mengambil petikan hukum bahwa dosa yang dilakukan pada tempat yang Allah muliakan atau waktu yang Allah muliakan akan menjadi berat dalam hal siksa yang didapatnya. Oleh karena ramadhan ialah bulan paling mulia di sisi Allah; maka berarti jadi berat pula siksa dari maksiat yang dilakukan di bulan tersebut.

Lihat bahasan ini dalam:
– Fatawa Ibn Baaz, XV/446-448
– Asy-Syarh Al-Mumti’, V/262

— Arsip Tulisan Lama
— Hari Ahadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *