![]() |
| [FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH Bagian – 1] PENDAHULUAN |
Pembahasan terakhir yang dibawakan oleh Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah di risalah ini ialah tentang zakat fitri atau zakat fitrah. Di dalam sejumlah hadits, kita jumpai amalan ini disebut dengan beberapa istilah,
– Zakat fitri (HR. Al-Bukhari, 1503 dan Muslim, 984)
– Zakat Ramadhan (Shahih, Diriwayatkan an-Nasa’i dalam Amal al-Yaumi wa al-Lailah, 959)
– Sedekah fitri (HR. Muslim, 982)
– Sedekah Ramadhan (HR. Al-Bukhari, 1511 dan Muslim, 984)
Dan juga, dibahasakan oleh sejumlah ulama dengan zakat fitrah. Semua penamaan ini mengarah pada satu amalan yang sama. Berikut sebab penamaan zakat ini dengan istilah sedekah atau zakat fitri dan zakat fitrah.
Fithri ( الفِطْر ) artinya berbuka.
▪️ Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menjelaskan,
وَأُضِيفَتِ الصَّدَقَةُ لِلْفِطْرِ لكَونهَا تجب بِالْفطرِ من رَمَضَان
“Nama sedekah ini disandarkan pada kata fitri (berbuka) karena hukum wajibnya terjadi pada saat berbuka (selesai) dari puasa Ramadhan.” (Fathul Bari, III/367)
Fithrah ( الْفِطْرَة ) maknanya badan.
▪️ Al-Faqih Abu Bakr al-Hishni rahimahullah menerangkan,
يُقَال لَهَا زَكَاة الْفطر لِأَنَّهَا تجب بِالْفطرِ وَيُقَال لَهَا زَكَاة الْفطْرَة أَي الْخلقَة يَعْنِي زَكَاة الْبدن لِأَنَّهَا تزكي النَّفس
“Zakat ini disebut sebagai zakat fitri karena kewajibannya terjadi setelah selesai puasa Ramadhan. Diistilahkan juga dengan zakat fitrah, fitrah berarti badan, maknanya zakat bagi badan, karena zakat ini membersihkan jiwa.” (Kifayah al-Akhyar, hlm. 228)
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]
![[FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH Bagian – 1] PENDAHULUAN](https://www.nasehatetam.net/wp-content/uploads/2021/11/sandy-ravaloniaina-Y678onxFoJI-unsplash-scaled.jpg)