![]() |
| [FIKIH SHALAT WITIR Bagian – 3] SURAH YANG DIBACA |
Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مِنَ الْوِتْرِ بِـ { سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى }، وَفِي الثَّانِيَةِ بِـ { قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ }، وَفِي الثَّالِثَةِ بِـ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ }
“Rasulullah ﷺ membaca di raka’at pertama shalat witir (( سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى )), raka’at kedua (( قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ )), dan raka’at ketiga (( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَد )).” -SHAHIH- HR. Abu Dawud (1423), an-Nasa’i (1700) dan ini lafazh beliau, Ibnu Majah (1171)
Dari hadits ini ulama mengambil hukum sunnah untuk membaca surah-surah ini di shalat witir. Dan baik juga apabila dia tidak membacanya terus menerus.
▪️Asy-Syaikh Abdullah al-Bassam menjelaskan,
الأفضل عدم المداومة على هذه السور؛ لئلا يظن العامة وجوبها، فترك الفاضل أحيانًا لبيان الحكم، أفضل من المداومة عليه؛ لأنَّ تعليم الناس أمرَ دينهم من أفضل الأعمال
“Yang afdal tidak terus-menerus dalam membaca surah-surah ini, agar orang-orang tidak mengira bahwa hukumnya wajib. Meninggalkan sesuatu yang utama di sebagian waktu untuk menerangkan hukumnya lebih utama daripada mengerjakannya terus-menerus. Karena mengajari manusia tentang agama termasuk seutama-utama amalan.” (Taudhih al-Ahkam, II/430)
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]
![[FIKIH SHALAT WITIR Bagian – 3] SURAH YANG DIBACA](https://www.nasehatetam.net/wp-content/uploads/2021/04/utsman-media-UlZupJNoelo-unsplash-scaled.jpg)