![]() |
| JENIS APA SAFAR INI |
Jenis safar berbeda-beda, sesuai dengan tujuan dan kondisinya. Dan masing-masing jenis memiliki hukum sendiri-sendiri.
▪️ Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin menjelaskan tentang ini dengan menyertakan contoh-contohnya,
الأسفار تنقسم إلى خمسة أقسام
١ ـ حرام.
٢ ـ مكروه.
٣ ـ مباح.
٤ ـ مستحب.
٥ ـ واجب.
فالسفر لفعل المحرم: محرم، ومن السفر المحرم سفر المرأة بلا محرم.
وسفر المرء وحده: مكروه.
والسفر للنزهة: مباح.
والسفر لفريضة الحج: واجب، وللمرة الثانية في الحج مستحب
“Safar memiliki lima hukum;
1 Haram
2 Makruh
3 Mubah
4 Mustahab
5 Wajib
– Safar untuk kegiatan haram maka hukumnya haram, termasuk jenis ini seorang wanita yang melakukan perjalanan tanpa mahram.
– Safar seorang diri; makruh [kecuali di kondisi darurat].
– Safar untuk rekreasi; mubah.
– Safar untuk menunaikan kewajiban haji; hukumnya wajib.
– Safar untuk ibadah haji yang kedua; hukumnya sunnah.” (Asy-Syarh al-Mumti’, IV/348-349)
Dari sini kita mendapatkan kesimpulan bahwa tujuan safar memberikan pengaruh terhadap hukumnya.
Di samping menunaikan ibadah haji dan umrah, termasuk jenis safar yang terpuji ialah safar dalam rangka;
– silaturahmi,
– berdakwah,
– mengunjungi seorang saudara muslim karena Allah,
– dan belajar ilmu agama.
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Rangkaian pembahasan Bekal Muslim dalam Perjalanan]
