KAPAN MENGUCAPKAN TAKBIR INTIQAL

Takbir yang diucapkan oleh seseorang saat ia berpindah dari satu gerakan menuju gerakan lainnya di dalam shalat, ulama mengistilahkannya dengan takbir intiqal.

Kapan takbir itu di ucapkan?

Kapan takbir itu diucapkan? Di awal kali bergerak? Di tengah atau saat sudah berpindah gerakan? Simak penjelasan Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berikut ini,

فإذا هوى إلى الركوع يكبر في أثناء هويه ، وإذا هوى إلى السجود يكبر في أثناء هويه ، وإذا رفع يكبر في أثناء رفعه ، ولا يكبر قبل الانتقال ، ولا يكبر بعد تمام الانتقال ، وإنما هذا في أثناء الانتقال ، لكن لو نسي أو كان جاهلاً ولم يكبر إلا بعد أن انتقل ، فإنه يُعذر بذلك

“Jika seseorang bergerak turun untuk rukuk maka dia bertakbir di tengah-tengah ia menuju rukuk tersebut. Jika ia turun menuju sujud maka ia bertakbir di tengah-tengah gerakan turun sujud. Jika dia bangkit maka bertakbir di tengah-tengah ketika bangkit tersebut.

Dan takbir itu bukan dilakukan ketika belum berpindah gerakan atau ketika sudah sampai di gerakan selanjutnya. Namun takbir (intiqal) dilakukan di tengah-tengah gerakan berpindah. Tapi jika dia lupa atau tidak tahu hukumnya sehingga baru bertakbir saat sempurna berpindah maka ia mendapat udzur.” (Tas-hil Al-Ilmam, II/246)

Sebelum beliau, juga ada keterangan yang sama dari Al-Allamah Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam Asy-Syarh Al-Mumti’ (III/87).

Dari sini kita pahami bahwa kurang pas bila seseorang bertakbir saat sudah sempurna rukuknya, misalnya. Atau saat sudah sempurna sujudnya, atau saat sudah sempurna dia berdiri. Namun bahkan, takbir itu berada di tengah-tengah saat seseorang berpindah. Wallahu waliyyut taufiiq.

Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (14:24) 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *