KENAPA MUSIK HARAM ?

Mendengarkan lantunan alat-alat musik ialah perkara haram, yang bahkan, sebagian pakar fikih mengatakan bahwa seluruh ulama berpendapat hukumnya haram.

Imam Nawawi berkata,

المزمار العراقي وما يضرب به الاوتار حرام بلا خلاف

“Seruling Irak dan apa saja yang berupa petikan senar; hukumnya haram tanpa ada perselisihan.” (Raudhah Ath-Thalibin, XI/228)

Selanjutnya

Al-Allamah al-Qurthubi menyatakan,

أما المزامير والأوتار والكوبة : فلا يختلف في تحريم استماعها ، ولم أسمع عن أحدٍ ممن يعتبر قوله من السلف وأئمة الخلف من يبيح ذلك

“Berkaitan dengan alat musik tiup, yang bersenar, dan yang ditabuh; maka tidak diperselisihkan ulama bahwa hukum mendengarkannya haram. Aku tidak pernah mendengar satupun ucapan dari tokoh yang mu’tabar, baik dari kalangan salaf maupun orang belakangan yang membolehkan mendengarkan alat-alat musik ini.” (Dalam az-Zawajir II/193, oleh al-Haitami)

Bagi yang masih berat untuk meninggalkan musik, mari simak penjelasan dari Al-Allamah Al-Utsaimin berikut, yakinlah, jika Islam melarang dari sesuatu pasti dikarenakan dampak negatifnya yang besar.

Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

حرم الإسلام الموسيقى؛ لأنها تشذ بالقلب، وتأخذ به، وتلهيه عن ذكر الله، والإنسان إنما خُلِق ليعبد الله -عز وجل- فإذا تعلق قلبُه بهذه المعازف وهي الموسيقى صَدَّه عن ذكر الله -عز وجل- ولذلك تجد المشغوفين بهذه الموسيقى تجده، وهو يمشي يقول هكذا بيده، كأنه يضرب على الموسيقى؛ لأنها شغلت فكرَه وقلبَه، والإسلام يريد من أهله أن يكون اتجاههم دائماً إلى الله عز وجل.

Islam mengharamkan musik karena musik;
– membuat hati menyimpang,
– membuat hati tertawan olehnya,
– dan menjadikannya lalai dari mengingat Allah.

Sedangkan manusia hanyalah dicipta untuk beribadah kepada Allah. Apabila hati seseorang sudah terikat dengan musik maka hal itu akan menghalanginya dari dzikir kepada Allah.

Oleh karenanya, kamu menjumpai orang-orang yang candu terhadap musik; kamu lihat dia berjalan dalam keadaan tangannya bergerak-gerak seakan-akan sedang mengikuti irama musik, sebab pikiran dan hatinya sibuk dengan musik.

Sedangkan Islam menginginkan dari penganutnya agar seluruh perhatian mereka tertuju kepada Allah.” (Liqa’ al-Bab al-Maftuh, no. 43)

Benar yang beliau katakan. Betapa banyak orang yang telah candu dengan musik dia menjadikan waktu-waktunya untuk mendengarkan musik.

– waktu luangnya untuk mendengarkan musik,
– waktu sedihnya lari kepada musik,
– waktu senangnya juga mendengarkan musik,
– sedang berkendara mendengarkan musik,
– ingin tidur mendengarkan musik,
– bahkan bekerja ditemani dengan musik.

Sehingga tidak tersisa waktu untuk berdzikir kecuali sedikit. Semoga Allah menyelamatkan kita seluruhnya dari buruknya musik.

الغناء ينبت النفاق في القلب، كما ينبت الماء الزرع

“Musik menumbuhkan kemunafikan di dalam hati; sebagaimana air menumbuhkan tanaman.” (Abdullah bin Mas’ud, Riwayat Al-Baihaqi, X/223)

Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (13:45) 14 Sya’ban 1441 / 08 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *