![]() |
| KHUSYUK – URGENSI DAN PENGARUHNYA Bag.3 |
Kekhusyukan juga merupakan ilmu yang sesungguhnya. Ibnu Rajab rahimahullah berkata saat menjelaskan hadits Abud-Darda’ tentang keutamaan ilmu agama.
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit, Auf bin Malik, dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhum, bahwa mereka seluruhnya mengatakan,
أَوَّلُ عِلْمٍ يُرْفَعُ مِنَ النَّاسِ: الْخُشُوْعُ حَتَّى لَا تَرَى خَاشِعًا
“Ilmu pertama yang akan diangkat dari manusia ialah kekhusyukan, sampai kelak kamu akan saksikan tidak ada lagi manusia yang khusyuk.”
Kemudian Ibnu Rajab membawakan hadits-hadits lain yang semakna, lalu beliau menjelaskan,
“Dalam hadits-hadits ini terdapat keterangan bahwa hilangnya ilmu adalah saat hilangnya amalan, dan para sahabat menafsirkan dengan hilangnya ilmu yang tersembunyi di dalam hati, yaitu kekhusyukan.” (Majmu’ Rasa’il Ibnu Rajab, I/16)
— Penerjemah: Hari Ahadi [Terjemahan Kutaib al-Khusyuk fish Shalah]
