![]() |
| KHUSYUK – URGENSI DAN PENGARUHNYA Bag.4 |
Peneliti kitab Ibnu Rajab di atas membawakan atsar tersebut dengan menyebutkan jalan-jalan riwayatnya, lalu beliau mengatakan, ‘Dengan banyaknya jalur ini menjadikan atsar ini derajatnya kuat.’
Maka, dari sini dapat diketahui bahwa shalat merupakan penghubung antara seseorang dengan Allah, ia memutuskan seluruh kesibukan duniawi dalam ibadah shalat tersebut.
Dia menghadap kepada Allah sepenuhnya, memohon kepada Allah petunjuk, pertolongan, dan bimbingan. Dia juga meminta kepada Allah dalam ibadah shalat itu agar dikokohkan di atas jalan yang lurus.
Akan tetapi manusia dalam hal ini berbeda-beda kondisinya:
– Ada jenis manusia yang ketika shalat, ia semakin menghadap kepada Allah.
– Ada pula jenis manusia yang shalatnya tidak memberikan pengaruh apa pun dari batasan yang diharapkan. Ia hanya mengerjakan shalat dalam bentuk gerakan dan bacaan dzikir serta tasbih, namun tanpa adanya kehadiran hati yang utuh terhadap ibadah shalat yang sedang ia kerjakan, tidak juga disertai dengan upaya untuk menghadirkan hati terhadap bacaan yang ia baca.
Ibadah shalat yang diinginkan oleh Islam bukan sebatas bacaan-bacaan hasil bergeraknya lisan, bukan sebatas perpindahan gerakan yang dilakukan oleh anggota badan namun tanpa penghayatan dan kekhusyukan dari dalam hati.
— Penerjemah: Hari Ahadi [Terjemahan Kutaib al-Khusyuk fish Shalah]
