LAKUKANLAH KEBAIKAN DAN JAUHI DOSA

2 menit baca
LAKUKANLAH KEBAIKAN DAN JAUHI DOSA
LAKUKANLAH KEBAIKAN DAN JAUHI DOSA

Dari An-Nawwas bin Sim’an radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ فَقَالَ الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Saya pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang makna kebajikan dan dosa. Beliau ﷺ menjawab, ‘Kebajikan itu ialah akhlak yang baik. Sedangkan dosa ialah perbuatan atau tindakan yang menyesakkan dada, dan kamu tidak senang jika perbuatan itu diketahui orang lain.’.” HR. Muslim (2553)

SABDA NABI MUHAMMAD ﷺ: ‘Kebajikan itu ialah akhlak yang baik’

Di sini ada 3 poin pembahasan,

1. AKHLAK BAIK ADA DUA; KEPADA ALLAH DAN KEPADA SESAMA

Tentang makna berakhlak baik kepada Allah, Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

حُسْنُ الخلق مع الله عز وجل، بأن يَتلقى الإنسان أحكام الله الكونيّة والشرعيّة بانشراح صدر وطمأنينة، فإذا أمر الله بشيء لا يضيق صدرُه به، وإذا نهى عن شيء لا تتعلق نفسُه به، وإذا قضى الله عليه بأمر قدري من مرض أو حادث أو غير ذلك فليكن منشرح الصدر، وليرض بالله عَزَوَجَلَّ رَبّا

“Berakhlak baik kepada Allah terwujud dengan seseorang menerima hukum Allah yang kauni [ seperti musibah, sakit, dan sebagainya ] serta yang syar’i [ perintah dan larangan dalam agama ] dengan hati lapang dan tenang.

Jadi jika Allah memerintahkan sesuatu hatinya tidak sempit. Jika Allah melarang dari sesuatu maka jiwanya tidak tertarik untuk melakukannya.

Ketika Allah menetapkan suatu perkara takdir pada seseorang, apakah berupa penyakit, kecelakaan, atau yang lainnya; hendaklah dia terima dengan hati yang lapang dan ridha kepada Allah sebagai Dzat yang mengatur segala urusannya.” (Asy-Syarh al-Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, III/644)

Sebatas gambaran, apabila kita masih;
– berat menerima kewajiban shalat 5 waktu,
– masih tertarik dengan riba padahal jelas Allah sudah haramkan,
– marah ketika Allah memberi kita penyakit,
Berarti akhlak kita kepada Allah belum baik. Harus kita ubah.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan hadits ke 3 dari Kitab al-Jami’ dari Bulughul Maram ]