MELATIH ANAK-ANAK UNTUK PUASA IALAH KEBIASAAN PARA SAHABAT NABI

1 menit baca
MELATIH ANAK-ANAK UNTUK PUASA IALAH KEBIASAAN PARA SAHABAT NABI
MELATIH ANAK-ANAK UNTUK PUASA IALAH KEBIASAAN PARA SAHABAT NABI

Sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, puasa yang wajib atas umat Islam adalah puasa Asyura (10 al-Muharram). Pada waktu informasi diwajibkannya puasa Asyura sampai kepada para sahabat, Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha mengatakan,

فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ

“Maka kami pun berpuasa dan kami mengajak anak-anak untuk juga berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan maka kami berikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka.” HR. Al-Bukhari (1960) dan Muslim (1136)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]