![]() |
| MENITI JALAN KEBERUNTUNGAN DENGAN TAUBAT |
Allah ta’ala berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” QS. An-Nuur: 31
Imam Abu Abdillah al-Qurthubi rahimahullah berkata,
وَالْمَعْنَى: وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنَّكُمْ لَا تَخْلُونَ مِنْ سَهْوٍ وَتَقْصِيرٍ فِي أَدَاءِ حُقُوقِ اللَّهِ تَعَالَى، فَلَا تَتْرُكُوا التَّوْبَةَ فِي كُلِّ حَالٍ
“Makna ‘bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah..’ karena kalian tidak pernah lepas dari lupa dan kurang dalam menunaikan hak-hak Allah. Maka jangan kalian meninggalkan taubat dalam keadaan apapun.” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, XII/238)
Al-Allamah Abdurrahman as-Si’di menjelaskan tentang manfaat taubat,
فقال: {لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} فلا سبيل إلى الفلاح إلا بالتوبة، وهي الرجوع مما يكرهه الله، ظاهرا وباطنا، إلى: ما يحبه ظاهرا وباطنا، ودل هذا، أن كل مؤمن محتاج إلى التوبة، لأن الله خاطب المؤمنين جميعا
“Firman Allah {لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} ‘.. supaya kamu beruntung.’ menunjukkan bahwa tidak ada jalan keberuntungan kecuali dengan taubat, yaitu meninggalkan amalan yang Allah benci lahir dan batin menuju amalan yang Allah cintai, amalan yang nampak ataupun tersembunyi. Ini juga menunjukkan bahwa setiap orang beriman perlu untuk bertaubat, sebab Allah mengarahkan (perintah bertaubat) kepada seluruh orang beriman.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hlm. 566)
Tidak sah taubat yang dilakukan dengan niat agar popularitasnya terangkat, karena taubat wajib dilakukan dengan ikhlas.
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Si’di berkata,
وفيه الحث على الإخلاص بالتوبة في قوله: {وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ} أي: لا لمقصد غير وجهه، من سلامة من آفات الدنيا، أو رياء وسمعة، أو نحو ذلك من المقاصد الفاسدة
“Di ayat ini juga terdapat dorongan agar ikhlas dalam bertaubat, yaitu pada firman-Nya {وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ} ‘bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah..’ artinya taubat tersebut bukan untuk mencari selain Wajah Allah, taubat yang selamat dari penyakit-penyakit dunia, bersih dari pamer atau ingin dikenal, atau niat-niat rusak lainnya.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hlm. 566)
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Salafus Shalih || Taubat]
