MENYADARI BETAPA BERATNYA KEIKHLASAN

1 menit baca
MENYADARI BETAPA BERATNYA KEIKHLASAN
MENYADARI BETAPA BERATNYA KEIKHLASAN

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan,

مَا عَالَجْتُ شَيْئًا أَشَدَّ عَلَيَّ مِنْ نِيَّتِي إنَّهَا تَتَقَلَّبُ عَلَيَّ

“Tidak ada yang lebih sulit bagiku melebihi usaha memperbaiki niat, karena niat selalu berubah-ubah di hatiku.” (Al-Majmu’, I/17)

Sahl at-Tustari rahimahullah berkata,

ليس على النَّفس شيءٌ أشقُّ مِنَ الإخلاصِ

“Tidak ada yang lebih berat bagi jiwa melebihi keikhlasan.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, I/85)

Yusuf bin al-Husain rahimahullah menyatakan,

أعزّ شيءٍ في الدُّنيا الإخلاصُ، وكم أجتهد في إسقاطِ الرِّياءِ عَنْ قلبي، وكأنَّه ينبُتُ فيه على لون آخر

“Hal yang paling sulit di dunia ini ialah keikhlasan. Begitu sering saya berusaha menyingkirkan riya’ (pamer demi mendapatkan pujian) dari hatiku, namun dia kembali muncul dengan bentuk yang berbeda.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, I/85)

Berkata Abdullah bin Abi Lubabah rahimahullah,

إِنَّ أَقْرَبَ النَّاسِ مِنَ الرِّيَاءِ آمَنُهُمْ لَهُ

“Orang yang paling dekat dengan perbuatan riya’ ialah yang paling merasa aman dari riya’.” (Hilyah al-Auliya’, VI/113)

PENUTUP

Akhir doa kami,

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ وَنَحْنُ نَعْلَمُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

Ya Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu, agar jangan sampai menyekutukan-Mu sedang kami mengetahuinya, dan kami memohon ampun dari perbuatan syirik dari arah yang tidak kami ketahui.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Kehidupan Salafus Shalih]