MUTIARA NASIHAT ULAMA UNTUK MEMILIH TEMAN YANG BAIK DAN MENJAUHI TEMAN BURUK Bag.2

1 menit baca
MUTIARA NASIHAT ULAMA UNTUK MEMILIH TEMAN YANG BAIK DAN MENJAUHI TEMAN BURUK Bag.2
MUTIARA NASIHAT ULAMA UNTUK MEMILIH TEMAN YANG BAIK DAN MENJAUHI TEMAN BURUK Bag.2

Al-Faqih Abu Hamid al-Ghazzali rahimahullah berkata,

اعلم أنه لا يصلح للصحبة كل إنسان، قال ﷺ : المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Ketahuilah! Tidak setiap orang layak untuk dijadikan teman.

Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Seseorang berada di atas agama teman dekatnya. Maka hendaklah kalian memperhatikan siapa yang akan dia jadikan sebagai teman.’.” (Dinukil dalam Mau’izhah al-Mu’minin, hlm. 199)

Manusia berbeda-beda, perlakukan mereka sesuai dengan keadaannya masing-masing.

Al-Allamah Abul Faraj Ibnul Jauzi berkata,

وقال حكيم: الناس أربعة؛ فواحد حلو كله، فلا تشبع منه، وآخر مر كله، فلا تأكل منه ، وآخر فيه حموضة فخذ منه قبل أن يأخذ منك، وآخر فيه ملوحة فخذ منه وقت الحاجة فقط

“Seorang yang bijaksana pernah mengatakan, ‘Manusia ada empat jenis;
Jenis pertama, manis, sehingga kamu selalu memerlukannya.
Jenis kedua, pahit, sehingga kamu tidak dapat mengambil manfaatnya sedikitpun.
Ketiga, memiliki unsur asam, ambillah kebaikan darinya [diambil sisi positifnya] sebelum dia merugikanmu.
Keempat, memiliki unsur asin, yaitu kamu mengambilnya hanya saat diperlukan saja.” (Minhaj al-Qashidin, hlm. 424)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi