MUTIARA NASIHAT ULAMA UNTUK MEMILIH TEMAN YANG BAIK DAN MENJAUHI TEMAN BURUK Bag.3

1 menit baca
MUTIARA NASIHAT ULAMA UNTUK MEMILIH TEMAN YANG BAIK DAN MENJAUHI TEMAN BURUK Bag.3
MUTIARA NASIHAT ULAMA UNTUK MEMILIH TEMAN YANG BAIK DAN MENJAUHI TEMAN BURUK Bag.3

Jika tidak pernah selektif dalam memilih kawan dekat, bisa saja cara berpikirnya jadi berubah tanpa sadar.

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

فإن الطبع يسرق من الطبع من حيث لا يدري، فمجالسة الحريص تحرك الحرص، كما أن مجالسة الزاهد تحرك الزهد

“Karakter dapat mencuri karakter orang lain dari arah yang tidak dia sadari. Duduk bersama orang yang berambisi dunia akan membangkitkan ambisi dunia. Sebagaimana halnya berkumpul dengan orang yang zuhud bisa menimbulkan sifat zuhud.” (Minhaj al-Qashidin, hlm. 424)

Akrab dan dekat dengan orang yang gemar berbuat dosa akan membuat kita tidak lagi melihat dosa sebagai sesuatu yang berbahaya.

Al-Faqih Abu Hamid al-Ghazzali berkata,

وأما الفاسق المصر على فسقه فلا فائدة في صحبته، بل مشاهدته تهون أمر المعصية على النفس وتبطل نفرة القلب عنها

“Adapun orang fasik yang terus menerus dalam dosa, maka tidak bermanfaat berteman dengannya. Bahkan melihatnya saja sudah dapat menjadikan maksiat dianggap remeh oleh jiwa (kita), dan bisa membuat hati tidak lagi membenci dosa.” (Dinukil dalam Mau’izhah al-Mu’minin, hlm. 200)

Maka jangan ragu untuk memutus keakraban dengan teman yang hanya bisa menimbulkan bahaya bagi agama atau dunia kita.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

لا عليك أن تصحب إلا من أعانك على ذكر الله

“Tidak ada celaan atasmu apabila kamu hanya berteman akrab dengan orang yang dapat membantumu untuk mengingat Allah.” (Az-Zuhd oleh Abu Dawud, hlm. 143)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi