ORANG YANG TELAH BERIMAN MASIH DITUNTUT UNTUK MEMOHON HIDAYAH

1 menit baca
ORANG YANG TELAH BERIMAN MASIH DITUNTUT UNTUK MEMOHON HIDAYAH
ORANG YANG TELAH BERIMAN MASIH DITUNTUT UNTUK MEMOHON HIDAYAH

Berkata Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah,

“Adapun (mengapa) orang beriman (tetap) meminta hidayah kepada Allah, itu karena hidayah ada dua:

(Pertama) Hidayah yang sifatnya umum. Yaitu hidayah untuk mendapatkan keislaman dan iman. Jenis ini sudah ada pada orang yang beriman.

(Kedua) Hidayah yang sifatnya lebih khusus. Yaitu hidayah (bimbingan) untuk mengetahui rincian seputar keimanan dan keislaman, dan agar ditolong untuk melaksanakannya. Jenis ini selalu diperlukan oleh semua orang yang beriman di malam dan siang hari.

Oleh sebab itu, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya dalam tiap raka’at shalat untuk selalu membaca firman-Nya,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Nabi Muhammad ﷺ mengucapkan dalam doa beliau di malam hari,

اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“(Ya Allah) berilah aku petunjuk mendapatkan kebenaran yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.”

Karena ini pula, tatkala orang yang bersin didoakan dengan (( يَرْحَمُكَ اللَّهُ / semoga Allah merahmatimu ))

Dia mendoakan balik dengan mengucapkan,

يَهْدِيكُمُ اللَّهُ..

“Semoga Allah memberi petunjuk untukmu.”

seperti yang disebutkan dalam hadits.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 663-665)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits 24 dari kitab Arba’in Nawawi]