![]() |
| TAKWA IALAH PERBEKALAN TERBAIK DALAM PERJALANAN (Bag.2) |
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وكان – صلى الله عليه وسلم – إذا بَعَثَ أميراً على سَرِيَّةٍ أوصاه في خاصة نفسه بتقوى الله، وبمن معه من المسلمين خيراً
“Apabila Rasulullah ﷺ menunjuk seseorang menjadi pemimpin pasukan, maka secara khusus beliau memesankan kepadanya agar bertakwa kepada Allah, dan agar dia bersikap baik kepada pasukan kaum muslimin yang dipimpinnya.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 473)
Ibnu Rajab juga mengatakan,
واستعمل عليُّ بن أبي طالب رجلاً على سَريَّة، فقال له: أُوصيك بتقوى الله الذي لابُدَّ لك من لقائه، ولا منتهى لك دونَه، وهو يَملِكُ الدنيا والآخرة
“Pada saat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menugaskan seseorang menjadi pemimpin sebuah pasukan, (sebelum berangkat) beliau berpesan kepadanya, ‘Aku wasiatkan agar kamu bertakwa kepada Allah. Di mana kamu pasti akan bertemu dengan-Nya, tidak ada akhir kesudahanmu kecuali kepada-Nya. Dia yang menguasai dunia dan akhirat.’.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 475)
Syu’bah bin al-Hajjaj mengisahkan, ‘Ketika hendak bepergian, saya mendatangi al-Hakam bin Utaibah dan menyampaikan, ‘Apakah Anda memiliki titipan?’
Lalu beliau berkata,
أوصيك بما أوصى به النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم – معاذَ بنَ جبل: اتَّقِ الله حيثُما كُنتَ.. الحديث
“Saya berpesan kepadamu dengan pesan yang disampaikan Nabi Muhammad ﷺ kepada Mu’adz bin Jabal, ‘Bertakwalah kamu kepada Allah di manapun..’.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 476)
Orang yang bertakwa dalam safar artinya dia menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Orang yang demikian kondisinya, dia akan merasakan ketenangan hati dalam perjalanannya.
Pernah ada yang meminta wasiat kepada Yunus bin Ubaid rahimahullah pada saat dia ingin melaksanakan safar dalam rangka ibadah haji,
maka Yunus berkata,
اتَّقِ الله، فمن اتقى الله، فلا وحشة عليه
“Bertakwalah kamu kepada Allah! Karena orang yang bertakwa kepada Allah maka dia tidak akan merasakan kesedihan.” (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, hlm. 476)
Di samping takwa ialah kewajiban di tiap keadaan, seseorang yang melakukan perjalanan amat perlu untuk diingatkan lagi dengan takwa karena kondisi di perjalanan ialah kondisi yang memiliki risiko, tidak bisa dipastikan, apakah dia pulang dengan selamat atau bagaimana. Maka layak jika seseorang dipesankan agar berada dalam kondisi terbaik di keadaan demikian.
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Rangkaian pembahasan Bekal Muslim dalam Perjalanan]
