UDZUR YANG MEMBOLEHKAN UNTUK TAYAMMUM Bag.1

1 menit baca
UDZUR YANG MEMBOLEHKAN UNTUK TAYAMMUM Bag.1
UDZUR YANG MEMBOLEHKAN UNTUK TAYAMMUM Bag.1

Ada dua faktor mendasar yang menjadikan seseorang diizinkan untuk bertayammum;

Pertama, saat tidak ada air.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

“Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih).” (QS. An-Nisa’: 43 dan Al-Ma’idah: 6)

Hadits Imran bin Hushain ini juga dalil yang menunjukkan hal tersebut.

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,

و [فيه] دليل على أن عادم الماء يكفيه الصعيد

“[Hadits Imran] ini ialah dalil bahwa orang yang tidak mendapatkan air (untuk bersuci) maka ia bersuci dengan tanah.” (Fathul Bari, II/274)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits pertama Bab Tayammum dari Umdatul Ahkam]