MEMBIASAKAN ANAK BERPUASA

2 menit baca
MEMBIASAKAN ANAK BERPUASA
MEMBIASAKAN ANAK BERPUASA

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

Tapi anak kecil diperintahkan untuk berpuasa apabila;
– dia sanggup dan
– tidak membahayakannya.
Dengan tujuan agar dia terbiasa dan senang dengan puasa.

[su_spoiler title=”Selengkapnya” style=”fancy” icon=”caret-square”]

MELATIH ANAK-ANAK BERPUASA IALAH KEBIASAAN PARA SAHABAT NABI

Sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, puasa yang diwajibkan atas umat Islam adalah puasa Asyura (10 al-Muharram). Pada waktu informasi diwajibkannya puasa Asyura sampai kepada para sahabat, Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha mengatakan,

فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ

“Maka kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk juga berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, maka kami berikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka.”

H.R. Al-Bukhari (1960) dan Muslim (1136)

USIA BERAPA ANAK MULAI DILATIH BERPUASA?

Tidak ada batasan usia tertentu, sebagaimana keterangan asy-Syaikh al-‘Utsaimin di atas. Intinya, saat seorang anak mulai sanggup untuk menjalani puasa, ketika itu mulai dibiasakan, satu anak dengan anak lain berbeda-beda, ada yang sanggup di usia 6 tahun, ada yang 7 tahun, dan ada juga yang lebih dari usia ini.

• Urwah bin Zubair ialah salah satu dari 7 pakar fikih kota Madinah. Diceritakan oleh putra beliau, Hisyam,

كَانَ أَبِي يَأْمُرُ الصِّبْيَانَ بِالصَّلَاةِ إِذَا عَقَلُوهَا، وَالصِّيَامِ إِذَا أَطَاقُوهُ

“Ayahku menyuruh anak-anak shalat ketika mereka paham apa itu shalat, dan beliau memerintah mereka berpuasa ketika sudah mampu.”

SANADNYA SHAHIH (Mushannaf Abdurrazzaq, 7293)

• Shahih dari Ibnu Sirin, az-Zuhri, dan Qatadah, bahwa mereka berkata,

يُؤْمَرُ الصَّبِيُّ بِالصَّلَاةِ إِذَا عَرَفَ يَمِينَهُ مِنْ شِمَالْهِ، وَبِالصَّوْمِ إِذَا أَطَاقَهُ

“Anak kecil mulai disuruh shalat ketika sudah bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri; serta diperintah untuk berpuasa bila sudah sanggup.”

(Mushannaf Abdurrazzaq, 7290-7292)

Karena mereka belum wajib berpuasa, jadi ketika mereka sangat kehausan atau dikhawatirkan akan sakit, maka tidak masalah bila puasanya dibatalkan. Tidak ada bedanya antara anak laki-laki atau perempuan.

▪️ Asy-Syaikh al-‘Utsaimin berkata,

إذا كان صغيراً لم يبلغ فإنه لا يلزمه الصوم ، ولكن إذا كان يستطيعه دون مشقة فإنه يؤمر به ، وكان الصحابة رضي الله عنهم يُصوِّمون أولادهم ، حتى إن الصغير منهم ليبكي فيعطونه اللعب يتلهى بها ، ولكن إذا ثبت أن هذا يضره فإنه يمنع منه

“Anak kecil yang belum baligh tidak wajib berpuasa. Namun jika dia sudah bisa berpuasa dengan tanpa kesulitan; maka saat itu dia mulai diperintah. Para sahabat biasa melatih anak-anaknya berpuasa saat masih kecil. Bahkan di antara anak-anak mereka ada yang sampai menangis, lalu diberi mainan [agar pikirannya teralihkan] . Tapi jika dilatih puasa itu dapat membahayakan kondisi anak, maka jangan.” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il, 19/83)

— Hari Ahadi
— Draft buku “Panduan Ibadah di Bulan Suci”

[/su_spoiler]