![]() |
| SELAMA DIA BELUM SELESAI MAKA DIA PALING BERHAK DENGAN TEMPAT ITU |
Dalam arti jika dia hanya meninggalkan sementara waktu saja karena ada urusan dan akan kembali lagi setelah itu maka dia masih yang paling berhak dengan tempat itu.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ وَفِي حَدِيثِ أَبِي عَوَانَةَ مَنْ قَامَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ
“Apabila salah seorang kamu berdiri dari tempat duduknya kemudian kembali lagi ke tempat itu; maka dia lebih berhak dengan tempat tersebut.” HR. Muslim (2179)
Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan,
إنما هذا المجلس الذي سبق إليه ثم قام لحاجة فهو أحق به
“Tempat duduk yang sudah dia tempati lalu dia berdiri untuk suatu keperluan maka dia masih paling berhak dengan tempat itu.” (Transkrip Syarah Riyadhus Shalihin, melalui situs beliau)
Bisa pula ditandai dengan dia meninggalkan barangnya di tempat itu, seperti yang banyak juga kita jumpai di zaman sekarang, maka dia yang masih paling berhak dengan tempat itu, orang lain tidak boleh menempatinya.
Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin berkata,
لكن إذا جرت العادة بأن مثل هذا إذا وضع متاعه في هذا المكان فهو له دائمًا.. فهنا نقول: هو أحق به ما دام متاعُه موجودًا، فإذا نقله زالت أحقيته، والعمل على هذا الآن
“Jika kebiasaan yang berlaku menetapkan bahwa orang yang meletakkan barangnya di suatu tempat berarti tempat itu tetap sebagai miliknya.. Maka di keadaan ini kita katakan, dia paling berhak dengan tempat itu selama barangnya masih ada dan apabila barangnya dia bawa hilanglah hak duduknya di situ. Dan yang berlaku sekarang ialah demikian.” (Fath Dzil Jalali wal Ikram, XV/39)
Artikel lengkapnya di sini: https://www.nasehatetam.net/keindahan-ajaran-islam-pada-saat-sedang-berkumpul/
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan hadits ke 5 dari Kitab al-Jami’ dari Bulughul Maram ]
