![]() |
| [FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH Bagian – 12] WAKTU PENUNAIAN ZAKAT FITRAH |
Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah berkata,
Wajib mengeluarkan zakat fitrah sebelum pelaksanaan shalat id, dan yang terbaik diserahkan pada waktu hari raya sebelum shalat id. Boleh juga jika dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum hari raya.
Zakat fitrah dapat diberikan;
[su_spoiler title=”Selengkapnya” style=”fancy” icon=”caret-square”]
– secara langsung sendiri kepada penerima,
– atau melalui penyalur zakat.
• Jika memberikan secara langsung kepada penerima maka waktu wajibnya dimulai dari malam hari raya, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yang telah lewat.
Tentang waktu pembayaran zakat fitrah, maka seperti yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah di atas, di tempat lain,
beliau juga menyimpulkan,
فتكونَ الأوَقاتُ إِذَنْ ثَلاثة:
الأوّلُ: وَقتُ للوجوب عند غروب الشمس ليلة العيد
الثاني: وَقتُ جَوازِ قبل العيد بيوم أو يَوْمَيْن
الثالِثُ: وَقتُ استحباب، وذلك يوم العيد قبل الصّلاة؛ لأن النّبيّ ﷺ أمَرَ أن تُؤدّي قبل خُروج النّاس إلى الصّلاة
“Waktu penyerahan zakat fitrah terklasifikasi menjadi tiga,
1. Waktu ketika dimulainya kewajiban zakat fitrah. Yaitu ketika matahari terbenam [di hari terakhir Ramadhan] memasuki malam hari raya.
2. Waktu yang dibolehkan, yaitu satu hari atau dua hari sebelum hari raya.
3. Waktu yang dianjurkan. Yaitu tepat di hari raya sebelum melaksanakan shalat id. Karena Nabi ﷺ memerintahkan agar zakat fitrah dikeluarkan sebelum orang-orang berangkat menuju shalat id.” (Ad-Durus al-Fiqhiyyah, I/657)
Jadi bisa mengeluarkan zakat fitrah di waktu pertama (malam hari raya) atau kedua (tanggal 29 Ramadhan), jika memungkinkan, memilih waktu yang ketiga di atas lebih baik, yaitu tepat di hari raya sebelum melaksanakan shalat id.
• Sedangkan apabila zakat fitrah diserahkan melalui penyalur zakat, maka tidak masalah jika dia serahkan beras zakatnya beberapa waktu sebelum hari raya.
Diajukan pertanyaan kepada Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah,
“Kapankah terhitung seseorang mengeluarkan zakat fitrah? Apakah saat zakat sampai pada penerima ataukah saat seseorang mengeluarkan zakatnya?
Umpamanya aku yang berada di Riyadh menyerahkan zakat fitrah kepada seseorang di luar Riyadh di pertengahan Ramadhan lalu aku mengatakan padanya, ‘Ini zakat fitrah, serahkanlah pada penerimanya di saat waktu wajibnya telah tiba.’ Apakah yang seperti ini sah?”
Maka beliau menjawab,
إذا أعطيتها إلى وكيلك في البلد الثاني وقلت: هذه زكاة الفطر وأخرجها في وقتها فلا حرج، والمعتبر وصولها إلى الفقير في أي بلد
“Bila engkau menyerahkan zakat fitrah pada wakilmu di tempat tertentu; lalu kamu pesankan kepadanya, ‘Ini zakatku, keluarkanlah pada waktunya’. Maka yang demikian tidak masalah. Yang menjadi inti adalah sampainya zakat fitrah tersebut ke tangan fakir miskin [pada waktunya] di manapun itu.” (Fatawa Nur ‘alad Darb, VII/98)
Dari keterangan beliau ini kita pahami bahwa tidak masalah menyerahkan zakat fitrah ke masjid empat atau lima hari sebelum idul fitri, atau bahkan lebih dari itu sekalipun.
Sebab masjid bukanlah penerima zakat fitrah, mereka sebatas penyalur dan pengumpul yang kemudian membagikannya di malam hari raya, yaitu waktu wajibnya. Baca juga tentang ini di Nawazil az-Zakah (hlm. 512-513).
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]
[/su_spoiler]
![[FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH Bagian – 12] WAKTU PENUNAIAN ZAKAT FITRAH](https://www.nasehatetam.net/wp-content/uploads/2021/11/monty-allen-aLzlhl9_jAc-unsplash-scaled.jpg)