![]() |
| AMALAN DILIPATGANDAKAN SESUAI TINGKAT KEIKHLASAN |
Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّ اللهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ والسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَها اللهُ تَبَارَكَ وتَعَالى عِنْدَهُ حَسَنَةً كامِلَةً، وَإنْ هَمَّ بهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عَشْرَ حَسَناتٍ إِلى سَبْعمائةِ ضِعْفٍ إِلى أَضعَافٍ كَثيرةٍ، وإنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلةً، وَإنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً
“Allah menulis amal kebaikan dan kejahatan, dan Dia menjelaskannya. Siapa yang,
– berniat melakukan kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatatkan satu kebaikan sempurna di sisi-Nya,
– dan jika ia berniat lalu ia kerjakan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan bisa dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat, dan bahkan bisa dilipatgandakan tanpa batasan.
– Dan barang siapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan [dia urungkan], Allah menuliskan di sisi-Nya sebagai satu kebaikan sempurna,
– dan jika ia berniat kejahatan kemudian jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja.” HR. Al-Bukhari (6491) dan Muslim (131)
Imam Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata,
رُبَّ عَمَلٍ صَغِيْرٍ تُكَثِّرُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَثِيْرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ
“Terkadang ada amalan kecil namun jadi banyak pahalanya karena niat (yang ikhlas). Dan terkadang ada amalan besar tapi menjadi kecil nilainya disebabkan niatnya (jelek).” (Siyar A’lam an-Nubala’, VIII/400)
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata,
أَنَّ تَضْعِيفَ حَسَنَةِ الْعَمَلِ إِلَى عَشْرَةٍ مَجْزُومٌ بِهِ وَمَا زَادَ عَلَيْهَا جَائِزٌ وُقُوعُهُ بِحَسَبِ الزِّيَادَةِ فِي الْإِخْلَاصِ وَصِدْقِ الْعَزْمِ وَحُضُورِ الْقَلْبِ وَتَعَدِّي النَّفْعِ
“Dilipatgandakannya kebaikan menjadi sepuluh kali lipat ialah hal yang pasti. Adapun dilipatgandakan lebih dari ini, maka bisa terjadi seukuran meningkatnya nilai keikhlasan, kejujuran tekad, hadirnya hati, dan manfaat ibadah yang lebih luas.” (Fathul Bari, XI/326)
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Kehidupan Salafus Shalih]
