![]() |
| [FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH Bagian – 6] ZAKAT FITRAH ANAK KECIL |
Anak kecil yang tidak memiliki harta sama sekali maka zakat fitrahnya wajib dibayarkan oleh orang tuanya, ini jelas.
▪️ Imam Ibnul Mundzir rahimahullah menerangkan,
وأجمعوا على أن صدقة الفطر تجب على المرء إذا أمكنه أداؤها عن نفسه، وأولاده الأطفال الذين لا أموال لهم
“Ulama sepakat bahwa zakat fitrah wajib dibayar oleh orang yang mampu, dia tunaikan untuk dirinya dan anak-anaknya yang masih kecil yang tidak punya harta.” (Al-Ijma’, hlm. 47)
Sedangkan jika anak kecil mempunyai harta, seumpama memiliki tabungan karena ditabungkan oleh orang tuanya untuknya, maka ayahnya tidak berkewajiban membayarkan zakat fitrahnya.
▪️ Al-Faqih Ibnu Rusyd rahimahullah berkata,
وَالْجُمْهُورُ عَلَى أَنَّهُ لَا تَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ فِي أَوْلَادِهِ الصِّغَارِ إِذَا كَانَ لَهُمْ مَالٌ زَكَاةُ فِطْرٍ، وَبِهِ قَالَ الشَّافِعِيُّ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَمَالِكٌ
“Mayoritas ulama berpendapat bahwa seorang ayah tidak berkewajiban untuk membayarkan zakat fitrah anak-anaknya yang masih kecil apabila mereka memiliki harta, *ini ialah pendapat asy-Syafi’i, Abu Hanifah, dan Malik.” (Bidayah al-Mujtahid, II/662)
Apa alasannya?
▪️ Imam asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan,
قَوْلُهُ: (الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ) وُجُوبُ فِطْرَةِ الصَّغِيرِ فِي مَالِهِ، وَالْمُخَاطَبُ بِإِخْرَاجِهَا وَلِيُّهُ إنْ كَانَ لِلصَّغِيرِ مَالٌ، وَإِلَّا وَجَبَتْ عَلَى مَنْ تَلْزَمُهُ النَّفَقَةُ وَإِلَى هَذَا ذَهَبَ الْجُمْهُورُ
“Pernyataan Ibnu Umar, ‘(Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitri (setelah selesai) dari bulan Ramadhan … atas anak kecil ataupun dewasa… )’ menunjukkan bahwa wajibnya zakat fitrah anak kecil dari hartanya sendiri, dan yang diperintah untuk mengeluarkannya ialah orang yang merawatnya, ini jika si anak mempunyai harta. Jika tidak, maka orang yang menafkahinya lah yang membayarkan zakatnya. Ini pendapat mayoritas ulama.” (Nail al-Authar, IV/214)
Jika ayahnya merasa ringan dan tetap ingin mengeluarkan zakat fitrah untuk anaknya meski anaknya memiliki harta maka ini pun tidak masalah.
▪️ Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah berkata,
لو تبرّع صاحب البيت أو رب البيت بإخراجها عمّن في بيته فهذا جائز؛ لأن ابن عمر – رضي الله عنهما – كان يفعل ذلك، فكان يخرج عمّن في بيته
“Seandainya kepala rumah tangga ingin berbuat baik dengan mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang di rumahnya maka ini boleh. Karena Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa melakukannya, beliau menunaikan zakat fitrah untuk orang rumah beliau.” (Fath Dzil Jalali wal Ikram, VI/202)
Tidak masalah jika seorang wanita yang membayarkan zakat fitrah orang di rumahnya, terlebih, di kondisi ayah anak-anaknya telah meninggal, misalnya.
▫️ Terdapat riwayat dari Asma’ bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma,
أَنَّهَا كَانَتْ تُخْرِجُ صَدَقَةَ الْفِطْرِ عَنْ كُلِّ مَنْ تَمُونُ، مِنْ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ
“Sesungguhnya beliau biasa mengeluarkan zakat fitrah untuk orang-orang yang beliau nafkahi, yang kecil dan yang dewasa.” -ATSAR SHAHIH- Diriwayatkan Ibnu Zanjawaih, (Al-Amwal, 2378)
— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [ Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam ]
![[FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH Bagian – 6] ZAKAT FITRAH ANAK KECIL](https://www.nasehatetam.net/wp-content/uploads/2021/11/sagar-patil-8UcNYpynFLU-unsplash-scaled.jpg)