MANFAATKAN WAKTU DENGAN RAJIN MEMBACA AL-QUR’AN Bag.1

1 menit baca
MANFAATKAN WAKTU DENGAN RAJIN MEMBACA AL-QUR’AN Bag.1
MANFAATKAN WAKTU DENGAN RAJIN MEMBACA AL-QUR’AN Bag.1

وعن النَّوَّاسِ بنِ سَمْعَانَ رضي الله عنه قال: سَمِعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقولُ: ((يُؤْتَى يَوْمَ القِيَامَةِ بِالقُرْآنِ وَأهْلِهِ الذينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ في الدُّنْيَا تَقْدُمُه سورَةُ البَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ، تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا)). رواه مسلم

Dari an-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

‘Rasulullah ﷺ bersabda,

“Pada hari kiamat, didatangkan Al-Qur’an dan Ahli Qur’an yang mengamalkannya saat di dunia, lalu surah al-Baqarah dan Ali Imran maju memberikan pembelaan untuk yang membacanya.” HR. Muslim (805)

PELAJARAN DARI HADITS

1 – Orang yang rajin membaca Al-Qur’an dan bersemangat mengamalkannya akan mendapatkan pembelaan dari Al-Qur’an.

2 – ‘Ahli Qur’an yang mengamalkannya saat di dunia’: Dipahami dari sini, bahwa yang disebut Ahli Qur’an bukan orang yang sebatas membacanya saja.

Asy-Syaikh Muhammad Ali Adam hafizhahullah menyatakan,

هذا إعلام بأن من قرأ القرآن، ولم يعمل به، فلم يُحرِّم حرامه، ولم يُحلِّل حلاله، ولم يعتقد عَظَمته ليس من أهله، ولا يكون القرآن شفيعًا له يوم القيامة، بل يكون حجة عليه

“Pada penggalan riwayat ini terdapat pemberitahuan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an tapi;

– tidak mengamalkannya,
– tidak meninggalkan perkara yang diharamkan dalam Al-Qur’an,
– tidak menghalalkan yang dihalalkan oleh Al-Qur’an,
– dan tidak meyakini keagungan Al-Qur’an,

maka mereka bukan Ahli Qur’an. Al-Qur’an juga tidak akan memberikan syafa’at untuk mereka, bahkan akan memberatkan mereka (di hari kiamat).” (Al-Bahr al-Muhith ats-Tsajjaj, XVI/360)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi [Pembahasan hadits-hadits Bab Keutamaan Beragam Amal Shalih || Kitab Riyadhus Shalihin]