Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

“Barang siapa yang berbicara tentang diri seorang mu’min yang itu tidak ada padanya; maka Allah akan menempatkannya di Radghah Al Khabal¹. Kecuali ia bertaubat dari pernyataan tersebut.” -SHAHIH- (Shahih Al Jami’, 6196) HR. Abu Dawud (3597), Ahmad (5385), Al Hakim (2222)

¹ Radghah Al Khabal diterangkan maknanya dalam Fathul Wadud:

والأقرب أن يراد بالخبال العصارة، والردغة الطين الحاصل باختلاط العصارة بالتراب

“Pendapat yang paling mendekati ialah yang dimaksud dengan ‘Khabal’ cairan yang keluar dari penduduk neraka [ berupa nanah maupun darah penghuni neraka ]. Sedangkan Radghah ialah lumpur yang berasal dari tercampurnya cairan penduduk neraka tadi dengan tanah.” (‘Aunul Ma’bud, X/5)

Yang artinya, ia akan berada di tempat yang menyiksa [ neraka ] lagi hina [ Radghah Al Khabal ] sebagai balasan dari fitnah yang ia lakukan untuk menjatuhkan seorang muslim di dunia.

Ini juga peringatan agar kita tidak asal menyebarkan apapun yang kita dengar tentang orang lain. Jangan sampai bila itu ternyata hanya sebatas fitnah menjadikan kita juga ikut menanggung dosanya. Kita mohon penjagaan pada Allah.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (16:16) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019

Dijelaskan hal ini oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah:

ولو أن أحدا من الناس حصل له مقابلة بينه وبين الملك خمس مرات باليوم لعد ذلك من مناقبه ولفرح بذلك وقال: كل يوم أجالس الملك خمس مرات! فأنت تناجي ملك الملوك -عز وجل- في اليوم خمس مرات على الأقل، فلماذا لا تفرح بهذا؟ احمد الله علي هذه النعمة وأقم الصلاة.

“Andaikata ada seseorang yang bisa bertemu dengan seorang raja sebanyak lima kali dalam sehari; tentulah hal ini akan dianggap sebagai keistimewaan yang dia miliki. Dan dia sendiri pun akan bangga seraya berkata, ‘Tiap hari, saya berbincang dengan raja lima kali!.’

Sedangkan Anda berkomunikasi dengan Raja-nya para raja [ yaitu Allah ] minimalnya lima kali sehari! Lantas kenapa Anda tidak gembira terhadap hal ini? Memujilah kepada Allah atas nikmat ini dan tegakkanlah shalat.” (Syarah Riyadhus Shalihin, I/357)

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (20:58) 01 Jumadil Akhir 1440 / 04 Februari 2019

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

وإنْجاءُ الكَذِب لا يدوم: لأنَّهُ سُرْعان ما يتبين الكذب ويُفتَضَحُ الكَاذِب

“Selamat karena berbohong tidak berlangsung selamanya. Karena kebohongan akan cepat terlihat dan pendusta bakal segera tersingkap.” (Syarah Hilyah Thalib Al ‘Ilmi, hlm. 212)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (08:12) 01 Jumadil Akhir 1440 / 05 Februari 2019

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

” وَأَمَرَنَا أَنْ نَسْلُتَ الْقَصْعَةَ، قَالَ : ” فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّ طَعَامِكُمُ الْبَرَكَةُ

“Nabi Muhammad ﷺ menyuruh kami untuk menghabiskan semua makanan yang di piring. Beliau ﷺ bersabda: ‘Karena kalian tidak tahu makanan mana yang membawa berkah’.” HR. Muslim (2034)

Jangan kita meremehkan sunnah ini. Lantaran kebaikan dan berkah pada diri seseorang tentunya tidak lepas dari peran serta makanan yang berkah yang masuk pada tubuh seseorang.

Asy-Syaikh Muhammad Al ‘Utsaimin berkata saat menjelaskan kedudukan sunnah ini:

وهذا أيضاً من السنة التي غفل عنها كثيرٌ من الناس مع الأسف كثير من الناس حتى من طلبة العلم أيضاً، إذا فرغوا من الأكل وجدت الجهة التي تليهم ما زال الأكل باقياً فيها، لا يلعقون الصحفة، وهذا حلاف ما أمر به النبي صلى الله عليه وسلم

“Ini juga termasuk sunnah yang banyak diabaikan oleh manusia. Yang sungguh disayangkan, banyak orang bahkan para penuntut ilmu [ orang yang sudah ta’lim, pent ] mengabaikan sunnah ini.

Bila selesai dari makan lalu masih tersisa di pinggir piring sisa-sisanya mereka tidak menghabiskannya. Perbuatan seperti ini menyelisihi perintah Nabi Muhammad ﷺ!” (Syarah Riyadhus Shalihin, III/532)

Semoga kita tergolongkan dalam pihak yang menerapkan semua sunnah Nabi Muhammad ﷺ lalu mengajak serta orang lain padanya.

— Masjid Abu Hurairah @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (13:02) 30 Jumadil Awal 1440 / 04 Februari 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah berkata:

من سوء الأدب في المجالسة : أن تقطع على جليسك حديثه أو تبدُرَهُ إلى تمام ما ابتدأ به تريه أنكَ أحفظ له منه.

“Termasuk adab jelek saat berbincang ialah kamu memutus ucapan temanmu dan mendahului dia untuk melengkapi ucapan yang dia mulai. Dalam rangka menampakkan padanya bahwa kamu lebih tahu tentang hal yang dibahas daripada dia.” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 7)

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (08:24) 28 Jumadil Awal 1440 / 03 Februari 2019

Dari Aslam Al Qibthi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن غسَّلَ مسلِمًا فَكَتمَ علَيهِ غفرَ لهُ اللَّهُ أربعينَ مرَّةً

“Barang siapa yang memandikan mayit dan dia menutupi aib yang ada padanya; maka Allah akan mengampuninya empat puluh kali.” -SHAHIH- (Ahkam Al Jana’iz, hlm 69) HR. Al Hakim (I/354) dan Al Baihaqi (III/395)

Dalam riwayat Ath-Thabrani dengan lafazh:

 أربعين كبيرة..

“.. maka Allah akan mengampuni empat puluh dosa besarnya.” -SANAD-NYA KUAT- (Ad-Dirayah, 140 melalui Ahkam Al Jana’iz, hlm. 69)

Dengan syarat yang tertera dalam hadits di atas. Dia menutupi kekurangan yang dia jumpai pada si mayit, tidak dia ceritakan pada siapapun.

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (19:26) 29 Jumadil Awal 1440 / 03 Februari 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah berkata:

يبقى الصالحُ صالحاً حتى يُصَاحِبَ فاسدا فإذا صَاحَبَهُ
فَسَدَ. مِثل مياه الأنهار تكونَ حلوة عَذَبة حتى تخالط ماء البحر فإذا خالطته ملحت وَامترَت وفسَدَت

“Orang shalih (baik) akan tetap shalih selama dia tidak bersahabat dengan orang yang rusak. Jika dia sudah akrab dengan orang rusak niscaya ia akan jadi rusak.

Persis seperti air sungai yang tawar lagi segar [ yang akan terus baik ] hingga ia bercampur dengan air laut. Jika air tawar sudah bercampur dengan air laut; niscaya ia akan menjadi asin, pahit, dan rusak [ rasa tawarnya ].” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 9)

Sebagian beralasan, saya berteman dengan dia supaya bisa membimbing mereka ke jalan kebaikan.

Simaklah kembali nasihat dari Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman berikut ini:

واحذر أن تغتر بقول المغفلين نُخَالِطُهُمْ لنَجْذبَهُم إلى الاستقامة. وهذا غلط… والصحيح هو الذي يتضرر بمخالطة المريض. وأما المريض فلا يبرأ بمخالطة الصحيح

“Jangan sampai kamu tertipu dengan pernyataan sebagian orang bodoh yang mengatakan, ‘Kami bergaul dengan orang yang jelek [ agama dan akhlaknya ] agar bisa menuntun mereka pada kebaikan.’ Ini hal yang keliru!..

[ Di mana-mana ] Orang sehat yang akan terkena dampak jelek saat bergaul dengan orang sakit. Sedang orang sakit sendiri tidak akan bisa sembuh dengan bergaul bersama orang-orang sehat.” (Idem, hlm. 9)

Bukan artinya kita menutup pintu nasihat untuk mereka. Tapi pernyataan beliau ini lebih terarah kepada orang yang bergaul secara intens (sering) kepada pihak-pihak di atas. Karena semua kita tahu, mana yang sebatas teman dengan mana yang berteman akrab.

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (08:35) 28 Jumadil Awal 1440 / 03 Februari 2019

Asy-Syaikh Abdul Aziz As-Salman rahimahullah menyatakan:

القلوب الفارغة من طاعة الله مُوكلة بالشهوات

“Hati yang kosong dari ketaatan akan diserahkan pada syahwat.” (Iyqazhu Ulil Himam, hlm. 9)

— Tenis Lapangan @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (08:02) 28 Jumadil Awal 1440 / 03 Februari 2019

Al Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah menyatakan:

ما أحسن العلم، أحسن من الذهب والورق، وأحسن من النساء الجميلات، وأحسن من الملك

“Alangkah luar biasanya ilmu! Dia lebih berharga daripada emas dan perak! Lebih indah daripada wanita-wanita yang cantik jelita! Dan lebih baik daripada kerajaan!.” (Beliau sampaikan ini pada hari Senin terakhir di bulan Shafar 1420 H, kami nukil melalui Nubdzah Mukhtasharah, hlm. 22)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (16:50) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019

Al Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah mengatakan:

أتريد أن تقدم للإسلام شيئا ولا يتكلم فيك
أتريد أن تقدم للإسلام شيئا وتجدهم يمسحون جنبك، ويقولون: كثّر الله في الرجال من أمثالك

“Apakah maumu saat berbuat sesuatu untuk Islam lalu tidak ada orang yang membicarakanmu?! Dan apakah harapanmu kala melakukan sesuatu untuk Islam lalu ada orang-orang akan mengelus pundakmu sambil mengatakan, ‘Semoga Allah memperbanyak orang sepertimu?!” (Nubdzah Mukhtasharah, hlm. 20)

— Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
— Hari Ahadi, (15:44) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019